BOE Siap Pangkas Suku Bunga, Prioritaskan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Inflasi

AKURAT.CO Bank of England (BOE) diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4% dalam rapat Komite Kebijakan Moneter (MPC) pada Kamis (8/8/2025) waktu setempat.
Langkah ini menjadi sinyal prioritas baru bank sentral Inggris untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang tengah lesu, alih-alih sekadar mengendalikan inflasi yang baru-baru ini kembali meningkat.
Berbeda dengan Federal Reserve di Amerika Serikat yang masih mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan terakhirnya, BOE tampaknya lebih khawatir dengan perlambatan ekonomi domestik.
Baca Juga: Bank of England Rekomendasikan Peraturan Sistem Keuangan Konvensional untuk Kripto
Data menunjukkan adanya kontraksi dalam produk domestik bruto (PDB) secara berturut-turut serta kenaikan tingkat pengangguran sepanjang musim semi.
“Kami memperkirakan pemotongan suku bunga akan tetap berhati-hati karena inflasi masih tinggi dan ekspektasi harga belum benar-benar mereda,” ucap ekonom bloomberg economics, Dan Hanson.
Langkah pemangkasan ini juga merespons pelemahan permintaan tenaga kerja akibat tekanan fiskal dari kebijakan pemerintah Labour yang baru.
Dalam anggaran perdananya, pemerintah menaikkan pajak gaji hingga mencapai GBP26 miliar serta mengerek upah minimum secara tajam. Kombinasi ini dinilai menambah beban bagi sektor usaha.
Gubernur BOE, Andrew Bailey, mengisyaratkan bahwa pemotongan akan dilakukan secara bertahap dan bersifat jangka pendek.
BOE juga akan mengumumkan proyeksi terbaru ekonomi Inggris dalam laporan kuartalan, termasuk evaluasi terhadap inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan bulan Mei lalu.
Baca Juga: Emas dan Tarif PAM Naik, Inflasi Tekan Biaya Hidup Masyarakat
Investor kini menanti arah kebijakan selanjutnya, termasuk apakah BOE akan mengurangi portofolio obligasi pemerintah secara aktif.
Tekanan pada imbal hasil jangka panjang menimbulkan spekulasi bahwa BOE bisa memperlambat laju pengetatan kuantitatif menjelang keputusan besar berikutnya pada September.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








