IMF Wanti-wanti Proteksionisme Bisa Tekan Ekonomi Asia-Pasifik

AKURAT.CO Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa meningkatnya proteksionisme dan kebijakan tarif di sejumlah negara dapat menekan aktivitas ekspor Asia-Pasifik.
Akibatnya, kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia itu diperkirakan akan menghadapi perlambatan pada 2025 hingga 2026.
Dalam laporan terbarunya mengutip dari laman reuters, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Asia akan mencapai 4,5% pada 2025, turun dari 4,6% pada 2024, dan kembali melambat menjadi 4,1% pada 2026.
“Ketidakpastian kebijakan perdagangan memang menurun dibanding April lalu, tetapi masih cukup tinggi dan dapat menekan investasi serta sentimen pasar lebih dari yang diperkirakan,” tulis IMF dalam laporan tersebut.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Jangan Percaya IMF, Mereka Enggak Pintar-pintar Amat
Lembaga keuangan global tersebut menilai, kenaikan tarif di sejumlah sektor strategis serta kebijakan proteksionis yang diambil oleh negara-negara besar berpotensi menekan permintaan ekspor Asia.
Kondisi tersebut diperburuk oleh melemahnya permintaan dari China, yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan kawasan.
IMF mendorong pemerintah di Asia untuk memperkuat permintaan domestik, khususnya melalui konsumsi rumah tangga dan investasi sektor jasa. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: Daftar Negara Terkaya di Dunia 2025 Versi IMF, Indonesia Tetanggaan dengan Salah Satunya
Selain itu, IMF juga menyerukan stimulus fiskal dan moneter yang terarah guna meredam dampak guncangan perdagangan, serta reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas jangka panjang.
“Asia telah menjadi kontributor utama pertumbuhan global. Namun tanpa kebijakan yang kuat untuk menyeimbangkan kembali ekonomi, risiko perlambatan akan meningkat,” tulis IMF.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







