Trump Gencar Cari Mitra Asia, Siapkan Langkah Hadang Dominasi China

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tengah memulai misi diplomasi ekonomi besar-besaran di kawasan Asia. Dalam lawatan yang mencakup Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan, Trump berupaya menandatangani serangkaian kesepakatan ekonomi dan mineral penting dengan sejumlah mitra strategis.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi Washington untuk mengimbangi pengaruh ekonomi China menjelang pertemuan penting Trump dengan Presiden Xi Jinping.
Menurut pejabat senior Gedung Putih dikutip dari laman bloomberg kunjungan ini akan difokuskan pada upaya membuka akses terhadap sumber daya mineral di Asia serta membangun rantai pasok yang lebih stabil untuk sektor industri global.
Baca Juga: Pengakuan Dua Negosiator Donald Trump Merasa Dikhianati Israel
"Amerika Serikat berkomitmen memperkuat kemitraan ekonomi yang menguntungkan semua pihak," ujar salah satu pejabat yang mendampingi Trump.
Trump disebut berambisi menciptakan jalur suplai mineral yang tak lagi bergantung pada China, terutama untuk logam tanah jarang komponen vital dalam industri teknologi, pertahanan, dan energi. Beijing sendiri baru-baru ini memperketat kontrol ekspor atas mineral tersebut sebagai langkah balasan terhadap kebijakan dagang AS.
Sebagai respons, Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan hingga 100% terhadap produk asal China jika Negeri Tirai Bambu tak mencabut pembatasan ekspor.
Baca Juga: Donald Trump Kesal dengan Foto Sampul Majalah TIME: “Rambut Saya Hilang!”
Dalam rangka memperkuat pasokan alternatif, Trump sebelumnya telah menandatangani kesepakatan senilai USD8,5 miliar dengan Australia guna memperluas akses AS terhadap sumber daya mineral penting.
Lawatan ini juga menjadi panggung bagi AS untuk memperkuat hubungan dagang dengan Jepang dan Korea Selatan. Kedua negara dianggap sebagai mitra kunci dalam membentuk blok ekonomi baru di kawasan Indo-Pasifik yang lebih seimbang terhadap dominasi China.
Pertemuan puncak antara Trump dan Xi di sela-sela KTT APEC diperkirakan akan menjadi momen penentu arah hubungan ekonomi kedua negara ke depan, terutama terkait perang tarif dan kebijakan ekspor yang memanas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








