Ketidakpastian Global, The Fed Ambil Sikap Hati-Hati

AKURAT.CO Di tengah ketidakpastian global, bank sentral Amerika Serikat memilih bersikap hati-hati.
The Federal Reserve memutuskan menahan suku bunga, sembari mengirim sinyal bahwa inflasi masih menjadi ancaman nyata.
Keputusan ini muncul di saat ekonomi global dihantui konflik geopolitik dan lonjakan harga energi.
Baca Juga: Inflasi Inti AS Menguat, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga
Inflasi bahkan diperkirakan tetap di atas target, sementara pasar mulai meragukan peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Di balik kebijakan tersebut, posisi Jerome Powell kembali menjadi sorotan. Ia memastikan akan tetap memimpin The Fed hingga penggantinya disahkan, jika diperlukan.
Dikutip dari laman reuters, langkah Powell memberi pesan stabilitas, namun sekaligus menegaskan bahwa arah kebijakan moneter AS belum akan berubah drastis dalam waktu dekat.
Data terbaru menunjukkan inflasi masih “agak tinggi” dan tekanan eksternal termasuk konflik di Timur Tengah berpotensi memperburuk kondisi. Harga minyak yang melonjak menjadi faktor utama yang membebani ekspektasi inflasi.
Di sisi lain, pasar keuangan langsung merespons. Indeks saham melemah, sementara imbal hasil obligasi naik menandakan investor mulai menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga.
Baca Juga: Bitcoin Melemah 30 Persen, Sentimen The Fed Tekan Pasar Kripto
Diketahui sebelumnya, sebagian analis memproyeksikan hingga tiga kali pemangkasan suku bunga di 2026.
Kini, ekspektasi itu menyusut drastis menjadi hanya satu kali, bahkan ada yang memperkirakan tidak ada pemangkasan sama sekali.
The Fed tampak mengadopsi pendekatan “wait and see”. Artinya, kebijakan akan sangat bergantung pada data ekonomi ke depan.
Bagi negara berkembang, termasuk Indonesia, arah kebijakan The Fed menjadi faktor krusial.
Setiap perubahan suku bunga di AS berpotensi memicu arus modal keluar, tekanan nilai tukar, hingga volatilitas pasar keuangan domestik.
Dengan kata lain, keputusan The Fed hari ini bukan hanya urusan Amerika melainkan sinyal global yang akan menentukan arah ekonomi dunia dalam beberapa bulan ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










