China Jadi Kapal Asing Pertama yang Lolos dari Selat Hormuz

AKURAT.CO Dua kapal kontainer asal China berhasil melintasi Selat Hormuz setelah sebelumnya sempat gagal dalam upaya pertama.
Peristiwa ini menjadi sinyal penting di tengah ketegangan geopolitik yang memicu gangguan besar pada jalur perdagangan global.
Dikutip dari laman Reuters, data pelacakan kapal menunjukkan, kedua kapal tersebut berhasil keluar dari kawasan Teluk Persia menuju Teluk Oman dalam percobaan kedua, setelah sebelumnya berbalik arah akibat situasi keamanan yang tidak menentu.
Baca Juga: Tarif Selat Hormuz Mulai Dibahas, Biaya Kapal Tembus Rp33 Miliar dan Picu Krisis Global
Keberhasilan ini menjadi sorotan karena sejak pecahnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, Selat Hormuz praktis mengalami gangguan serius.
Iran bahkan disebut membatasi lalu lintas kapal, terutama yang dianggap berafiliasi dengan negara-negara Barat.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang mengalirkan sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Gangguan di wilayah ini langsung berdampak pada stabilitas energi global dan rantai pasok internasional.
Dalam kondisi tersebut, keberhasilan kapal China melintas menunjukkan adanya celah diplomatik atau perlakuan khusus terhadap negara tertentu.
China diketahui menjadi salah satu mitra dagang utama Iran, khususnya dalam sektor energi.
Baca Juga: Kementerian ESDM Kawal 2 Kapal Pertamina Melintas Selat Hormuz
Meski demikian, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut masih jauh dari normal. Sebagian besar kapal memilih menahan diri karena tingginya risiko serangan, termasuk penggunaan drone dan ranjau laut yang dilaporkan terjadi di wilayah tersebut.
Keberhasilan pelayaran ini juga tidak serta merta menandakan kondisi aman. Banyak operator kapal dilaporkan menggunakan strategi khusus seperti mematikan sistem pelacakan dan berlayar di malam hari untuk menghindari deteksi.
Dengan kondisi yang masih fluktuatif, Selat Hormuz tetap menjadi titik krusial yang menentukan arah perdagangan global dalam beberapa waktu ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










