Akurat
Pemprov Sumsel

Purbaya Pastikan APBN Masih Punya Bantalan Hadapi Krisis Energi

Esha Tri Wahyuni | 31 Maret 2026, 22:18 WIB
Purbaya Pastikan APBN Masih Punya Bantalan Hadapi Krisis Energi
Menkeu Purbaya

AKURAT.CO Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap stabil di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi perang AS-Iran.

Kenaikan harga minyak global yang berpotensi menembus USD100 per barel menjadi perhatian utama, terutama terkait dampaknya terhadap subsidi energi, defisit anggaran, dan stabilitas ekonomi nasional.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa ruang fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk meredam tekanan eksternal. Pernyataan ini menjadi penting di tengah kekhawatiran publik terhadap kenaikan harga BBM, inflasi, serta potensi pelebaran defisit APBN.

Baca Juga: Redam Dampak Krisis Energi ke APBN, Pemerintah Alihkan Rp130 Triliun ke Belanja Produktif

APBN Masih Punya Bantalan Hadapi Krisis Energi

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, bahwa pemerintah telah mengantisipasi skenario kenaikan harga minyak sejak awal penyusunan APBN 2026. Ia menyebut, struktur anggaran dirancang tetap berkelanjutan meski terjadi tekanan global.

“Bahwa kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan, dan dengan itu kami masih mempunyai ruangan untuk memberi cushion atau bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia,” kata Purbaya dalam konferensi pers secara daring, Selasa (31/3/2026).

Pernyataan ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal Indonesia tidak bersifat reaktif, melainkan telah berbasis proyeksi risiko global, termasuk volatilitas harga energi.

Skenario Harga Minyak USD100/Barel Sudah Diperhitungkan

Pemerintah juga memastikan bahwa asumsi harga minyak dunia hingga USD100 per barel masih berada dalam batas aman APBN. Hal ini menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian geopolitik.

“Hitungan kita sampai sekarang 100 dolar AS rata-rata sampai akhir tahun pun, anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” ujar Purbaya.

Dengan kata lain, kenaikan harga minyak tidak serta-merta membuat APBN tertekan secara signifikan. Pemerintah mengklaim telah menghitung dampaknya terhadap subsidi energi, penerimaan negara, hingga keseimbangan fiskal.

Pemerintah Minta Publik Tak Panik Soal Defisit Fiskal

Di tengah kekhawatiran masyarakat terkait potensi kenaikan harga BBM dan tekanan ekonomi, pemerintah menegaskan bahwa kondisi APBN masih terkendali.

“Jadi teman-teman media dan masyarakat tidak perlu khawatir, defisitnya tidak terkendali, dan anggarannya morat-marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya dan kita sudah hitung sampai dengan akhir tahun,” tegas Purbaya.

Ini menjadi sinyal bahwa pemerintah berupaya menjaga kepercayaan publik sekaligus stabilitas pasar di tengah ketidakpastian global.

Sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menilai kondisi ekonomi nasional masih terjaga.

Menurut Airlangga, meskipun tekanan global meningkat akibat konflik geopolitik dan lonjakan harga energi, fundamental ekonomi Indonesia dinilai cukup kuat untuk menghadapi situasi tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.