Korea Selatan dan Jepang Komit Tanam Investasi Senilai Rp574 Triliun di Indonesia

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia mengamankan komitmen investasi jumbo senilai total Rp574 triliun dari Jepang dan Korea Selatan, hasil rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Nilai tersebut terdiri dari Rp401 triliun dari Jepang dan Rp173 triliun dari Korea Selatan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, khusus dari Korea Selatan, terdapat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) senilai USD10,2 miliar atau sekitar Rp173 triliun.
“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai USD10,2 miliar atau sekitar Rp173 triliun,” ujar Airlangga dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: Airlangga: Pembelian BBM oleh Kendaraan Pribadi Dibatasi Jadi 50 Liter per Hari
Kerja sama tersebut mencakup sektor strategis, antara lain energi dan transisi hijau seperti tenaga surya, carbon capture and storage (CCS), serta energi terbarukan. Selain itu, sektor industri manufaktur seperti baja, baterai, dan transportasi ramah lingkungan juga masuk dalam kesepakatan.
Airlangga menambahkan, investasi juga menyasar sektor digital dan kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan properti dan infrastruktur.
“Dalam investasi tersebut juga termasuk sektor digital dan AI, kemudian properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai,” katanya.
Sejumlah korporasi besar Korea Selatan turut memperkuat komitmen investasi di Indonesia, termasuk pengembangan industri baja oleh POSCO dan minat investasi dari Lotte yang membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi.
Secara kumulatif, hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun.
“Artinya kunjungan Bapak Presiden ke dua negara ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun,” ujar Airlangga.
Data Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi Indonesia sepanjang 2024 mencapai Rp1.418,9 triliun, tumbuh sekitar 17,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Jepang dan Korea Selatan konsisten masuk dalam lima besar sumber investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Kedua negara memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global, khususnya di sektor baja, otomotif, elektronik, hingga baterai kendaraan listrik. Investasi dari Korea Selatan, misalnya, sebelumnya didominasi oleh proyek baterai EV terintegrasi yang melibatkan perusahaan seperti LG Energy Solution.
Baca Juga: Menko Airlangga: Indonesia Kini Surplus Solar 4,84 Juta KL
Kerja sama terbaru ini memperluas cakupan ke sektor energi hijau dan teknologi digital, sejalan dengan target Indonesia mencapai net zero emission pada 2060 dan mempercepat transformasi industri berbasis nilai tambah.
Masuknya komitmen investasi Rp574 triliun berpotensi mempercepat penciptaan lapangan kerja, terutama di sektor manufaktur dan energi terbarukan. Selain itu, proyek hilirisasi seperti baja dan baterai akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Dari sisi pasar, komitmen investasi ini memberi sentimen positif terhadap sektor industri dasar, energi, serta kawasan industri dan properti. Proyek infrastruktur dan pengembangan kawasan seperti Bumi Serpong Damai juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan sektor real estate.
Namun, realisasi investasi tetap bergantung pada efektivitas implementasi di lapangan, termasuk perizinan, ketersediaan lahan, dan kepastian regulasi.
Pemerintah menegaskan akan mempercepat implementasi melalui mekanisme debottlenecking untuk mengatasi hambatan investasi. “Kami menyiapkan mekanisme debottlenecking agar seluruh persoalan yang dihadapi dunia usaha dapat diselesaikan dengan cepat,” ujar Airlangga.
Selain itu, penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan menjadi fokus lanjutan, seiring hasil pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










