Harga Minyak Naik, Bank Dunia: Indonesia Masih Relatif Tahan

AKURAT.CO Di tengah proyeksi perlambatan ekonomi Asia Timur dan Pasifik, Indonesia dinilai menjadi salah satu negara yang memiliki daya tahan lebih baik terhadap lonjakan harga energi global.
World Bank dalam laporan terbarunya menyebut Indonesia bersama Vietnam dan Kamboja memiliki bantalan ekonomi yang lebih kuat dibanding negara lain di kawasan yang sangat bergantung pada impor energi.
Ketahanan tersebut ditopang oleh tiga faktor utama, yakni cadangan strategis energi, kapasitas kilang domestik, dan penerimaan ekspor komoditas yang berfungsi sebagai penyeimbang saat harga global melonjak.
Baca Juga: Gejolak Timur Tengah Picu Krisis Energi, Momentum Percepat Adopsi Kendaraan Listrik di Tanah Air
Sebaliknya, negara seperti Thailand, Mongolia, serta sejumlah negara kepulauan Pasifik disebut lebih rentan karena tekanan pada neraca perdagangan dan keterbatasan ruang fiskal.
Data Bank Dunia menunjukkan konflik di Timur Tengah telah mendorong harga gas melonjak 90% dan minyak mentah naik lebih dari 30% sejak akhir Februari.
Kondisi ini meningkatkan tekanan biaya impor energi bagi negara-negara net importer.
Secara historis, Indonesia memiliki pengalaman menghadapi shock energi global, termasuk saat lonjakan harga minyak pada 2022–2023.
Ketika itu, pemerintah mengandalkan subsidi energi, stabilisasi pasokan, dan dorongan ekspor komoditas untuk menjaga pertumbuhan.
Bagi publik, ketahanan ini penting karena berkaitan langsung dengan harga BBM, inflasi pangan, tarif transportasi, hingga daya beli masyarakat.
Meski demikian, risiko tetap ada. Jika harga energi bertahan tinggi dalam jangka panjang, tekanan terhadap inflasi dan APBN dapat meningkat.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi XII DPR Dorong Elektrifikasi di Tengah Krisis Energi
Outlook ke depan akan sangat bergantung pada durasi konflik global, pergerakan harga minyak dunia, serta efektivitas respons kebijakan domestik untuk menjaga daya beli dan stabilitas pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










