Inflasi Melandai, Harga Pangan Jadi Penopang Utama April 2026

AKURAT.CO Inflasi Indonesia pada April 2026 tercatat melandai signifikan menjadi 2,42% secara tahunan (year on year/yoy), turun dari posisi Maret 2026 sebesar 3,48%.
Data ini dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan dikonfirmasi oleh Bank Indonesia (BI) sebagai hasil konsistensi kebijakan moneter serta penguatan pengendalian harga pangan nasional.
Secara bulanan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 0,13% (month to month/mtm).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan efektivitas koordinasi antara bank sentral dan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Baca Juga: Inflasi Tahunan April 2026 Tembus 2,42 Persen Didorong Emas dan Kelompok Pangan
“Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Dari sisi komponen, inflasi inti pada April 2026 tercatat sebesar 0,23% (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,13%. Secara tahunan, inflasi inti berada di level 2,44% (yoy), turun dari 2,52% pada Maret.
Kenaikan bulanan pada inflasi inti terutama didorong oleh harga minyak goreng, seiring naiknya harga crude palm oil (CPO) global.
Namun, penurunan inflasi secara keseluruhan terutama ditopang oleh kelompok volatile food yang mengalami deflasi sebesar 0,88% (mtm).
Angka ini berbalik dari bulan sebelumnya yang mencatat inflasi 1,58%. Secara tahunan, kelompok ini mencatat inflasi sebesar 3,37% (yoy), lebih rendah dibandingkan 4,24% pada Maret.
Deflasi pada kelompok pangan bergejolak dipicu oleh penurunan harga komoditas utama seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan berbagai jenis cabai.
Penurunan ini terjadi seiring normalisasi permintaan pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri serta masuknya periode panen raya di sejumlah daerah sentra produksi.
Baca Juga: BPS: Deflasi Pangan Jaga Inflasi April Tetap Rendah
Di sisi lain, kelompok administered prices atau harga yang diatur pemerintah mencatat inflasi sebesar 0,69% (mtm), naik dari 0,31% pada bulan sebelumnya.
Kenaikan ini didorong oleh penyesuaian tarif angkutan udara, harga bensin, serta bahan bakar rumah tangga, mengikuti kenaikan harga avtur dan penyesuaian harga BBM serta LPG nonsubsidi.
Meski demikian, secara tahunan kelompok ini mencatat inflasi sebesar 1,53% (yoy), turun tajam dari 6,08% pada Maret.
Secara historis, tren inflasi Indonesia dalam dua tahun terakhir menunjukkan pola stabilisasi pasca tekanan global pada periode 2022–2023 yang dipicu oleh lonjakan harga energi dan pangan.
Pada 2024 hingga awal 2026, kebijakan bauran antara moneter dan fiskal, termasuk intervensi pasar pangan dan subsidi energi yang lebih terarah, mulai menunjukkan hasil dalam menjaga daya beli masyarakat.
Penurunan inflasi April 2026 menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi domestik. Inflasi yang terkendali berpotensi menjaga konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi kontributor utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Selain itu, stabilitas harga juga memberikan ruang bagi pelaku usaha dalam merencanakan produksi dan investasi dengan lebih terukur.
BI memperkirakan inflasi tetap terkendali, terutama dengan dukungan program penguatan ketahanan pangan nasional dan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









