Akurat Logo

Trump dan Xi Bahas Pemangkasan Tarif Perdagangan Baru

Andi Syafriadi | 15 Mei 2026, 14:39 WIB
Trump dan Xi Bahas Pemangkasan Tarif Perdagangan Baru
Presiden China, Xi Jinping bersama Presiden AS, Donald Trump

AKURAT.CO Amerika Serikat dan China membuka peluang pemangkasan tarif perdagangan baru di tengah upaya kedua negara meredakan ketegangan ekonomi yang berlangsung sejak tahun lalu.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping di Beijing, yang menjadi kunjungan pertama presiden AS ke China dalam hampir satu dekade.

Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer mengatakan pemerintah AS mendorong pembentukan Dewan Perdagangan bilateral guna mengelola hubungan ekonomi kedua negara.

Baca Juga: Sinyal Perang Dagang Mulai Mereda, China Siap Beli Produk Pertanian AS?

Dewan tersebut dirancang untuk mengurangi hambatan perdagangan pada sektor non-kritis dan memperluas akses pasar bagi perusahaan dari kedua negara.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menyebut salah satu opsi yang dibahas adalah pengurangan tarif perdagangan sekitar USD30 miliar pada sektor tertentu.

“Fokusnya pada sektor non-kritis dan sektor yang tidak sedang diupayakan untuk dipindahkan kembali ke dalam negeri,” ujar Bessent mengutip laman CNBC.

Pertemuan Trump dan Xi berlangsung setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata perdagangan pada Oktober 2025. Kesepakatan itu menurunkan sebagian tarif dan melonggarkan pembatasan ekspor, termasuk terkait logam tanah jarang.

Namun, sejumlah isu strategis masih membayangi hubungan kedua negara, mulai dari Taiwan, perang di Iran, hingga kontrol ekspor semikonduktor.

Baca Juga: Donald Trump Soroti Besarnya Pasar Pembayaran China untuk Visa

Greer mengatakan isu Taiwan diperkirakan tidak akan mengganggu agenda perdagangan kedua negara.

Dirinya juga menyebut kontrol ekspor chip bukan fokus utama dalam pembicaraan bilateral tersebut.

Meski ekspektasi pasar terhadap terobosan besar masih terbatas, pertemuan ini dinilai menjadi momentum penting untuk menjaga stabilitas perdagangan global di tengah tekanan geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.