Diplomat RI Sebut Serangan AS ke Iran Diduga Pengalihan Isu Trump

AKURAT.CO Serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran dinilai bukan semata langkah geopolitik, melainkan diduga berkaitan dengan dinamika politik domestik Presiden AS Donald Trump.
Diplomat Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit, menilai langkah tersebut berpotensi menjadi upaya pengalihan isu dari sejumlah persoalan yang tengah dihadapi Trump di dalam negeri, termasuk sorotan terkait dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files.
“Ini sangat jelas merupakan pengalihan isu. Masalah domestik Trump cukup banyak,” ujar Dian dalam perbincangan di podcast EdShareOn, Rabu (18/3/2026).
Baca Juga: Trump Sebut Serangan ke Ladang Gas South Pars Dilakukan Israel, AS dan Qatar Tidak Terlibat
Epstein Files sendiri menyeret sejumlah tokoh dunia, termasuk Trump, mantan Presiden AS Bill Clinton, serta mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton. Mereka dikaitkan dengan Jeffrey Epstein, yang terbukti terlibat dalam kasus perdagangan manusia dan kejahatan seksual terhadap anak.
Tekanan Politik dan HAM
Dian juga menyoroti tekanan politik yang dihadapi Trump di dalam negeri. Sejumlah kebijakan pemerintahannya mendapat kritik dari lembaga seperti Human Rights Watch, yang menilai adanya pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi, hak imigran, serta perlindungan lingkungan.
Selain itu, konflik militer yang berlangsung juga dinilai berpotensi membebani anggaran AS. Dian menyebut, biaya perang dapat mencapai miliaran dolar per hari, sementara efektivitasnya dipertanyakan.
“Perang seperti ini bisa menghabiskan sekitar satu miliar dolar per hari,” ujarnya.
Baca Juga: Giliran Irlandia Tolak Permintaan Trump Kirim Militer ke Selat Hormuz: Jelas Ini Bukan Agenda Kami!
Di sisi lain, Kongres AS belum secara terbuka memberikan persetujuan penuh terhadap langkah militer tersebut. Sejumlah anggota Partai Demokrat, termasuk Ted Lieu, mengkritik kebijakan Trump dan mendorong pengawasan lebih ketat terhadap keputusan perang.
Kondisi ini memperlihatkan adanya perbedaan sikap antara Partai Republik dan Demokrat terkait eskalasi konflik dengan Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








