INDEF: Pelemahan Rupiah Jadi Ancaman Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Angka fantastis dan klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% pada kuartal I-2026 oleh pemerintah tampaknya menyisakan celah kontradiktif, saat tekanan terhadap nilai tukar rupiah justru menunjukkan cerita berbeda.
Pada 16 Mei 2026 lalu, rupiah tercatat menembus level Rp17.605 per dolar Amerika Serikat, jauh di atas asumsi APBN yang berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS.
Merespon hal tersebut, ekonom muda INDEF, Dr. Ariyo DP Irhamna, pelemahan rupiah bukan sekadar persoalan pasar keuangan, melainkan ancaman nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan target Indonesia menjadi negara maju.
Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, Pengamat Prediksi Sentuh Rp17.850/USD
Menurut Ariyo, depresiasi rupiah secara langsung menggerus Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia dalam denominasi dolar AS.
"Dengan estimasi PDB nominal 2026 sekitar Rp25.780 triliun dan jumlah penduduk sekitar 282 juta jiwa, PDB per kapita Indonesia diperkirakan mencapai Rp91,4 juta. Namun ketika dikonversi ke dolar AS menggunakan asumsi APBN Rp16.500 per dolar, nilainya setara sekitar USD5.540," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima oleh AKURAT.CO .
Masalahnya, lanjut Ariyo, dengan kurs aktual Rp17.605 per dolar, nilai tersebut turun menjadi sekitar USD5.190 per kapita. Artinya, terdapat penurunan sekitar USD350 per kapita hanya akibat pelemahan nilai tukar.
“Selisih itu hilang bukan karena Indonesia memproduksi lebih sedikit, melainkan karena rupiah terdepresiasi,” tulis Ariyo.
Ariyo menghitung setiap pelemahan rupiah sebesar 1% dapat mengurangi PDB per kapita Indonesia sekitar USD52.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius bagi target Indonesia Emas 2045 yang menargetkan Indonesia keluar dari kategori negara berpendapatan menengah.
"Berdasarkan standar Bank Dunia, ambang batas negara berpenghasilan tinggi saat ini berada di kisaran USD14.005 per kapita. Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah juga memperbesar beban utang pemerintah," ucapnya kembali.
Ariyo memperkirakan setiap pelemahan rupiah 1% dapat menambah nilai utang luar negeri pemerintah sekitar Rp35 triliun dalam denominasi rupiah.
Sementara itu, cadangan devisa Indonesia tercatat turun selama tiga bulan berturut-turut, dari USD151,9 miliar pada akhir Februari menjadi USD148,2 miliar pada akhir Maret 2026.
Tekanan terhadap rupiah juga berdampak langsung terhadap kelas menengah. Masyarakat menghadapi kenaikan harga barang impor, biaya pendidikan luar negeri, hingga tekanan terhadap daya beli.
Baca Juga: Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Komisi XI Desak BI Segera Bertindak
Menurut Ariyo, situasi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi tidak otomatis mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“PDB tumbuh 5 persen, tetapi pendapatan riil dalam dolar justru tergerus,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai stabilitas nilai tukar harus menjadi prioritas utama pemerintah dan otoritas moneter.
Tanpa penguatan fundamental ekspor dan diversifikasi industri, pelemahan rupiah berisiko menjadi tekanan berkepanjangan terhadap ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









