Heru Budi Pastikan Cabut KJP Pelajar Konvoi Bawa Sajam di Jakpus

AKURAT.CO Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, menegaskan tak menoleransi pelajar yang terlibat tawuran.
Untu itu, dia memastikan akan mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) pelajar yang kedapatan membawa sajam saat konvoi mencari lawan tawuran di Jalan Raya Senen, Jakarta Pusat.
"Sesuai dengan aturannya, KJP-nya ya dicabut," kata Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (4/4/2024).
Pencabutan KJP itu pun sesuai dengan usul dari Polda Metro Jaya. Heru akan menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan Polres setempat guna meminta daftar nama pelajar yang terlibat tawuran.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pelajar Admin Medsos Pengunggah Tawuran Live
"Jadi saya menyampaikan kepada pejabat terkait DKI koordinasi dengan Polres setempat untuk meminta nama-nama dan bukti-bukti dia tawuran," jelasnya.
Sebelumnya, polisi akan memproses hukum pelajar yang kedapatan membawa sajam jenis golok saat konvoi mencari lawan tawuran di Jalan Raya Senen, Jakarta Pusat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan upaya penindakan itu merupakan perintah Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto.
"Satu di antaranya Saudara MR usia 20 tahun itu dilakukan penahanan karena diduga melakukan tindak pidana kedapatan membawa senjata tajam jenis golok tanpa hak, dan itu akan diproses tuntas," kata Kombes Ade Ary kepada wartawan, Senin (1/4/2024).
Ade Ary menambahkan, seluruh Polres jajaran juga telah diperintahkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto untuk memproses tuntas pelaku peristiwa tawuran. Apakah nanti ditemukan perusakan, ada pengeroyokan, penganiayaan, dan kekerasan secara bersama-sama di muka umum hingga kedapatan membawa senjata tajam ataupun senjata api.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








