Universitas Mercu Buana Gelar Pelatihan Pemanfaatan Sampah Plastik di Ponpes Al-Mu'minien Indramayu

AKURAT.CO Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mercu Buana sejak pertengahan Agustus 2024 telah melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pondok Pesantren Modern Al-Mu’minien Lohbener, Indramayu, Jawa Barat.
Permasalahan sampah plastik di sekitar lokasi mitra menjadi alasan utama diadakannya kegiatan ini.
Baca Juga: Oki Setiana Dewi Sibuk Persiapkan Rumahnya di Mesir
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mercu Buana yang terdiri dari Putri Renalita Sutra Tanjung, SE., MM., M.Ak., Alfian Noviyanto, Ph.D., dan Wieta Chairunesia, SE., M.Ak., memberikan solusi dengan mengadakan pelatihan inovasi teknologi berupa pemanfaatan sampah plastik untuk pembuatan paving block tembus air.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pondok. Kami berharap, kegiatan ini dapat berkelanjutan dan dimanfaatkan oleh para santri sehingga sampah plastik tidak hanya berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat menjadi produk yang berguna. Saya berharap minimal 10 persen dari peserta mampu menyerap ilmu dan mempraktikkannya dengan maksimal,” ujar KH. Moh. Sahli Mahmud, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Mu’minien, Minggu (15/9/2024).
Pelatihan ini dimulai dengan teori mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari dampak negatif sampah plastik.
Baca Juga: Baim Wong: Tidak Ada Pernikahan yang Mudah Dijalani
Tim Universitas Mercu Buana juga memperkenalkan berbagai produk yang dapat dihasilkan dari sampah plastik, salah satunya paving block tembus air yang memiliki nilai ekonomis dan membuka peluang usaha.
Para santri diberi kesempatan untuk mempraktikkan pembuatan paving block tembus air di bawah supervisi tim.
Selain itu, santri juga dilatih menggunakan mesin pencacah plastik yang hasilnya dapat dijadikan bahan campuran untuk membuat paving block dan bata eco brick. Mereka juga belajar membuat rangka besi untuk eco brick menggunakan mesin las.
Putri Renalita Sutra Tanjung, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mercu Buana, menyatakan harapannya.
"Semoga kegiatan ini menambah wawasan dan keterampilan para santri dalam mengelola sampah plastik," kata Putri.
Baca Juga: Candra Terduga Penipu Bunga Zainal Dicecar 33 Pertanyaan
Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari survei lokasi, pelatihan, hingga monitoring dan evaluasi hasil.
Paving block tembus air yang dihasilkan akan dievaluasi, dan jika hasilnya baik, akan dimanfaatkan langsung oleh pihak pondok pesantren.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








