Akurat
Pemprov Sumsel

Warung Kopi Phoenampungan: Ruang Pertemuan dan Pertukaran Gagasan Para Aktivis Nasional

Arief Rachman | 14 Januari 2025, 12:41 WIB
Warung Kopi Phoenampungan: Ruang Pertemuan dan Pertukaran Gagasan Para Aktivis Nasional

AKURAT.CO Sebuah tempat unik dan penuh makna kini hadir di Jl. Wahid Hasyim No.12, Menteng, Jakarta Pusat.

Warung Kopi (Warkop) Phoenampungan tidak hanya menawarkan kopi nikmat, tetapi juga ruang bertukar ide dan inspirasi bagi para aktivis lintas sektor di Indonesia.

Dibangun oleh enam anak muda perantauan asal Sulawesi Selatan —Muhammad Risman Pasigai (MRP), Abdul Razak Said, Ziaul Haq Coi, Rizky Maulana, Saudi Arabia Tahir, dan Thamrin Barubu— Warkop ini menjadi simbol pergerakan baru kaum muda.

Menurut MRP, pendirian Warkop Phoenampungan berawal dari hilangnya tempat berkumpul yang biasa digunakan para aktivis.

“Warkop tempat kami biasa berdiskusi tutup. Selama tiga tahun, teman-teman dari Makassar, Sumatera, dan daerah lain akhirnya berpencar mencari tempat kumpul sendiri-sendiri,” jelasnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dukung Aturan Pembatasan Usia Media Sosial untuk Lindungi Anak

Merasa kehilangan ruang bersama, MRP dan rekan-rekannya mengambil inisiatif menciptakan kembali tempat yang bisa menjadi pusat pertemuan bagi para aktivis.

“Akhirnya kami sepakat mendirikan warung kopi yang bisa menjadi titik kumpul, ruang untuk berbagi ide dan mempererat solidaritas,” ungkapnya.

Nama Phoenampungan diambil dengan penuh makna. MRP berharap Warkop ini menjadi wadah yang menampung segala kalangan dan ide.

“Saya bilang ke teman-teman, bagaimana kalau kita beri nama Warkop Penampungan. Filosofinya adalah tempat ini terbuka untuk semua ide dan gagasan, tanpa batasan,” katanya.

Namun, Warkop Phoenampungan bukan hanya sekadar usaha ekonomi.

“Kami ingin menciptakan ruang bagi kaum muda untuk berkumpul, berdiskusi, dan saling menginspirasi. Ini bukan sekadar tempat ngopi, tapi rumah kedua bagi mereka yang ingin berkontribusi pada perubahan,” tambahnya.

Baca Juga: Umat Islam Tetapkan 8 Agustus 1360 sebagai Tanggal Masuknya Islam di Tanah Papua

Dengan tagline “Mengolah seperlunya, minum kopi secukupnya, bersahabat selamanya,” Warkop Phoenampungan membawa semangat kebersahajaan dan kebersamaan.

Filosofi ini mencerminkan keinginan para pendirinya menciptakan tempat berkumpul yang santai tetapi penuh arti.

Dalam sejarah, warung kopi selalu menjadi simbol pergerakan dan lahirnya gagasan besar.

Di Warkop Phoenampungan, diskusi ringan kerap membuahkan ide-ide revolusioner, perubahan sosial, hingga inovasi bisnis kecil.

“Kami percaya, ide besar bisa dimulai dari percakapan sederhana di meja kopi. Itulah yang kami fasilitasi di sini,” ujar MRP.

Selain atmosfer yang inspiratif, Warkop Phoenampungan juga menawarkan kopi khas Sulawesi Selatan yang menjadi andalan, membawa cita rasa autentik dari tanah kelahiran para pendirinya.

Warung kopi ini tidak hanya menyajikan secangkir minuman, tetapi juga ruang perubahan, menjadikan setiap pengunjungnya bagian dari perjalanan menuju masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: Berburu Koin Jagat Tapi Merusak Fasilitas Umum Seperti Taman, Apa Hukumnya menurut Islam?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.