Gotong Royong Hijau: Relawan Tzu Chi dan Karyawan ASG Bersatu Pulihkan Sungai Cisadane

AKURAT.CO Pagi itu, udara di Desa Tanjung Burung terasa berbeda. Di sepanjang tepian Sungai Cisadane, puluhan orang mengenakan topi caping dan sarung tangan karet, memungut sampah yang tersangkut di antara batang bambu dan akar mangrove.
Mereka adalah relawan Tzu Chi dan karyawan Agung Sedayu Group yang bergotong royong membersihkan sungai melalui program CSR PIK2 bersama River Impact Indonesia (Eco Waste Bank).
Bukan sekadar kegiatan seremonial, aksi ini menjadi simbol perubahan nyata dalam pengelolaan lingkungan.
Sebelumnya, sebagian warga masih membuang atau membakar sampah karena keterbatasan sarana.
Kini, dengan hadirnya Bank Sampah, masyarakat diajak memilah plastik, logam, kertas, kayu, hingga bambu untuk diolah menjadi bahan bernilai guna, dari perabot rumah tangga hingga kerajinan.
“Dulu kami cuma tahu buang sampah ke sungai, tapi sekarang jadi sadar kalau semua bisa dimanfaatkan,” ujar Relawan Tzu Chi, Lina Hartono, yang sudah tiga kali ikut kegiatan serupa.
Baca Juga: Hukum Membuat Meme untuk Menghina Orang Lain dalam Perspektif Islam
Ia mengaku tergerak setelah melihat perubahan nyata di sekitar sungai.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama.
Para relawan percaya bahwa menjaga alam bukan tugas segelintir orang, melainkan panggilan nurani setiap individu.
Langkah-langkah kecil di tepi Cisadane itu mungkin tampak sederhana, namun maknanya besar: menanamkan kesadaran bahwa bumi hanya bisa pulih jika manusia bersedia turun tangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










