Pemprov Jakarta Integrasikan Puluhan Ribu CCTV Perkuat Pengawasan Kota

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memperkuat sistem pengawasan kota berbasis teknologi, dengan mengintegrasikan puluhan ribu kamera pengawas atau CCTV di seluruh wilayah Jakarta.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung pemantauan kota secara real-time, mempercepat respons layanan publik, serta meningkatkan pengamanan wilayah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Jakarta, Budi Awaludin, mengatakan Jakarta yang tengah menuju Top 50 Global City menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks, sehingga membutuhkan tata kelola pemerintahan berbasis data dan sistem pemantauan kota yang terintegrasi.
Baca Juga: Minat Baca Warga Jakarta Meningkat, Kunjungan Perpustakaan Tembus 614 Ribu Orang
"Jakarta membutuhkan kemampuan respons cepat terhadap tantangan keamanan, mobilitas, kebencanaan, serta pelayanan publik. Dalam konteks tersebut, keberadaan sistem CCTV yang terintegrasi menjadi kebutuhan strategis," kata Budi di Balai Kota Jakarta, Senin (18/5/2026).
Dia menjelaskan, selama ini pengelolaan CCTV di lingkungan Pemprov Jakarta masih berjalan secara terpisah di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) maupun BUMD.
Kondisi itu membuat pemanfaatan data visual belum optimal untuk kebutuhan pengawasan kota secara menyeluruh.
Dinas Kominfotik Jakarta juga mulai menginisiasi integrasi CCTV dengan konsep berbagi pakai antarinstansi. Melalui sistem tersebut, seluruh CCTV milik OPD dan BUMD dapat dimanfaatkan bersama untuk mendukung pelayanan publik hingga pengamanan wilayah Jakarta.
Berdasarkan hasil verifikasi awal, terdapat 7.314 titik CCTV area publik yang dapat diintegrasikan. Dari jumlah itu, sebanyak 3.362 CCTV sudah dapat dimanfaatkan bersama oleh pihak kepolisian.
Baca Juga: Gubernur Jakarta: Persoalan Keamanan Tetap Prioritas Utama
"Apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian yang selama ini bersinergi sangat baik. Dalam sejumlah rapat koordinasi telah disepakati pemanfaatan CCTV untuk kebutuhan keamanan dan kondusivitas kota Jakarta," katanya.
Selain integrasi yang berjalan saat ini, Pemprov Jakarta juga menargetkan pengembangan CCTV secara masif hingga 2027. Pengembangan tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 238 Tahun 2015, tentang Kewajiban Penyediaan dan Pemasangan CCTV pada Bangunan Gedung.
Melalui kebijakan itu, Pemprov Jakarta menargetkan penambahan 16.781 CCTV baru pada gedung-gedung bertingkat yang menghadap area publik. Dengan penambahan tersebut, total potensi CCTV yang akan terintegrasi di Jakarta mencapai 27.457 unit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






