Inflasi Pangan Terendah Sejak 1958, Stok Beras Capai 3,1 Juta Ton

AKURAT.COPemerintah Indonesia mencatat pencapaian historis dalam pengendalian harga pangan dengan berhasil menekan inflasi pada angka 1,57% di tahun 2024. Capaian ini disebut sebagai yang terendah sejak tahun 1958.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari penguatan stok beras nasional dan koordinasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas harga.
“Sejak tahun 1958, inflasi Indonesia berada pada titik terbaik, di 1,57 persen (pada 2024). Ini ditopang oleh ketersediaan beras yang juga terbaik dalam sejarah. Hari ini mencapai 3,1 juta ton,” ujar Arief dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (2/5/2025).
Cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 3,1 juta ton tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka, menjadi fondasi kuat bagi ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
"Ketersediaan yang mencukupi ini turut memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga beras di tengah gejolak harga global," paparnya.
Arief menambahkan bahwa pencapaian inflasi rendah ini patut diapresiasi semua pihak, terutama kementerian teknis dan pelaku sektor pangan yang bekerja keras menjaga pasokan dan harga pangan pokok.
Harga gabah petani yang saat ini ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram juga dianggap ideal. Selain menjaga daya beli masyarakat, kebijakan ini memberikan keuntungan yang adil bagi petani.
"Kami menjaga agar harga tetap stabil, tapi juga memberikan ruang kesejahteraan bagi petani. Keseimbangan ini penting untuk menjaga ekosistem pangan nasional," kata Arief.
Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Laporan Ketahanan Pangan, Stok Beras Tertinggi dalam 23 Tahun
Situasi ini juga kontras dengan kondisi di beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina, yang tengah menghadapi kenaikan harga beras. Sementara itu, Indonesia mampu menjaga harga tetap stabil berkat stok yang terjaga dan perencanaan produksi yang matang.
"Ke depan, kami bersama kementerian terkait berkomitmen menjaga tren positif ini agar swasembada pangan tidak hanya menjadi target, tetapi realitas yang dapat dicapai secara berkelanjutan. Strategi ini mencakup penguatan cadangan, perlindungan harga petani, dan perluasan lahan tanam yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan nasional yang mencapai 2,5 hingga 2,6 juta ton beras per bulan," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








