Akurat
Pemprov Sumsel

7 Fakta Menarik Hari Sumpah Pemuda, Awalnya Tak Disebut Sebagai Sumpah Pemuda

Rahmat Ghafur | 26 Oktober 2023, 14:57 WIB
7 Fakta Menarik Hari Sumpah Pemuda, Awalnya Tak Disebut Sebagai Sumpah Pemuda

AKURAT.CO Tanggal 28 Oktober selalu diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Hari tersebut menjadi momen para pemuda Indonesia melakukan ikrar untuk bersatu dalam satu bangsa, tanah air, dan bahasa yang sama.

Sumpah pemuda dimulai ketika Kongres Pemuda I yang dilaksanakan pada 30 April-2 Mei 1926 menghasilkan beberapa gagasan baru, namun terdapat perbedaan pendapat yang menjadikan hasil Kongres Pemuda I tidak berhasil.

Dua tahun kemudian, para pemuda mencetuskan kembali Kongres Pemuda II yang dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928. Hasilnya Kongres Pemuda II melahirkan sebuah deklarasi yang saat ini dikenal sebagai "Sumpah Pemuda."

Dengan adanya Sumpah Pemuda, ini membuktikan bahwa perbedaan yang terjadi di bangsa Indonesia ternyata dapat disatukan dalam perwujudan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya "berbeda-beda tetapi tetap satu."

Baca Juga: 15 Ide Kata-kata Inspiratif Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Pas Jadi Caption Foto Di Media Sosial

Selain itu, peristiwa bersejarah ini mengajarkan bahwa terdapat nilai-nilai persatuan bangsa di dalamnya dan inilah yang harus dijaga oleh warga negara Indonesia. Tidak hanya itu, terdapat fakta-fakta menarik yang terjadi selama Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda tersebut yakni sebagai berikut:

1. Awalnya tidak bernama "Sumpah Pemuda"

Pada kongres sumpah pemuda berlangsung, rumusan yang telah dituliskan oleh Mohammad Yamin tidak disebut dengan nama "Sumpah Pemuda." Meskipun ikrar tersebut telah dibacakan oleh seluruh peserta namun tidak ada nama ataupun judul tertentu dalam menggambarkan pembacaan ikrar tersebut.

Istilah "Sumpah Pemuda" baru muncul setelah kongres berlangsung selama beberapa hari kemudian. Meskipun begitu, peringatan Sumpah Pemuda tetap diperingati sesuai pembacaan ikrar, yaitu 28 Oktober.

2. Rapat pertama dilaksanakan di Lapangan Banteng

Kongres Pemuda II yang dilaksanakan pada Sabtu, 27 Oktober 1928, dilangsungkan di Lapangan Banteng (saat ini menjadi wilayah Jakarta Pusat), tepatnya di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB).

Kongres ini dilaksanakan selama dua hari dengan sebanyak tiga kali melakukan rapat yang diselenggarakan di tiga tempat yang berbeda, yakni Gedung KJB, Gedung Oost Java Bioscoop dan Gedung Indonesische Clubgebouw.

3. Pembacaan ikrar dilakukan di rumah orang Tionghoa

Orang Tionghoa memiliki peran yang besar dalam pelaksanaan Kongres Pemuda yang satu ini, di mana mereka memberikan izin untuk menggunakan gedung asrama milik Sie Kok Liang sebagai tempat pembacaan ikrar Sumpah Pemuda. Gedung tersebut beralamatkan di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat.

4. Peserta kongres berasal dari Barat & Timur Indonesia

Peserta Kongres Pemuda II Batavia banyak dihadiri oleh perwakilan dari organisasi pemuda Indonesia yang berasal dari Barat dan Timur, mereka tentunya memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Ada Mohammad Yamin yang berasal dari Sumatera Barat, Johannes Leimena yang berasal dari Maluku, Cornelis Lefrand Senduk berasal dari Sulawesi dan masih banyak lainnya.

Baca Juga: Sumpah Pemuda: Isi Teks, Makna, Nilai-nilai Dan Tokoh Yang Terlibat

5. Lagu 'Indonesia Raya' pertama kali dibawakan di depan umum meski tanpa syair

Lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman pertama kali dibawakan di depan seluruh peserta kongres. Uniknya lagu tersebut dibawakan tanpa syair hanya mendengarkan alunan nada lagu Indonesia Raya dengan Biola.

Hal ini lantaran sebab pada masa itu kita dilarang mengucapkan kata "Merdeka" oleh polisi Belanda. Diketahui lagu Indonesia Raya memiliki banyak kata "Merdeka" di syair lagu tersebut.

6. Naskah dari Sumpah Pemuda ditulis oleh Mohammad Yamin

Naskah Sumpah Pemuda dituliskan oleh Mohammad Yamin. Isi naskah dari Sumpah Pemuda tersebut ditulis ketika memasuki sesi akhir kongres, tepatnya ketika Mr.Sunario sebagai kepanduan tengah berpidato.

Mohammad Yamin menuliskan pada secarik kertas mengenai tiga poin penting yang menjadi inti kongres. Dan sampai kini isi naskah tersebut menjadi teks dari Sumpah Pemuda.

7. Rumah tempat kongres kini menjadi Museum Sumpah Pemuda

Kongres Pemuda ini dilaksanakan di sebuah gedung di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat. Gedung ini adalah sebuah pemondokan untuk pelajar dan mahasiswa pada waktu itu.

Pada 1972, rumah ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya serta menjadi Museum Sumpah Pemuda. Museum ini dibuka untuk umum, dan tentunya dalam museum tersebut terdapat berbagai hal yang berkaitan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia dan Sumpah Pemuda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R