AKURAT.CO Suhartoyo terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) menggantikan Anwar Usman yang dipecat dari jabatan lantaran terbukti melakukan pelanggaran kode etik berat. Pemilihan Ketua MK dilakukan secara musyawarah-mufakat melibatkan seluruh hakim konstitusi termasuk Anwar, yang tak mundur sebagai hakim konstitusi.
Saldi Isra membeberkan proses penentuan ketua dan wakil ketua badan pengawal konstitusi. Para hakim berkumpul dan melakukan musyawarah melalui rapat pleno tertutup di lantai 16 Gedung MK.
"Yang disepakati untuk menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi ke depan adalah Bapak Suhartoyo, dan saya tetap menjalankan tugas sebagai wakil ketua," kata Wakil Ketua MK Saldi Isra di Gedung MK, Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Baca Juga: Anwar Usman Bicara Mahkamah Keluarga, Keluhkan Kinerja Jimly
Diskusi sembilan hakim konstitusi dalam rapat pleno mengerucutkan dua nama yang dianggap layak menjabat ketua dan wakil ketua. Keduanya yakni Suhartoyo dan Saldi Isra.
Setelah muncul dua nama, tujuh hakim konstitusi keluar dari ruangan karena Suhartoyo dan Saldi harus bersepakat siapa yang menjadi ketua dan siapa wakilnya. Setelah keduanya bersepakat, tujuh hakim konstitusi kembali masuk dalam ruangan.
Baca Juga: Mahfud: Mundur Dari MK, Urusan Moral Anwar Usman
"Kami berdua tadi, dan dengan dorongan ada semangat untuk memperbaiki Mahkamah Konstitusi setelah beberapa kejadian terakhir, akhirnya kami berdua sampai kepada putusan," tutur Saldi.
Selanjutnya, Suhartoyo bakal diambil sumpah menjadi Ketua MK pada Senin (13/11/2024). Saldi menegaskan penentuan Ketua MK dilakukan mengikuti Pasal 5 ayat (1) Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi.
"Mulai hari Senin komposisi kepengurusan Mahkamah Konstitusi akan terpenuhi seperti biasa," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









