Tanggapi Soal Aksi Boikot Produk Pro Israel, Ketua Umum PBNU: Penting Dilakukan Untuk Menarik Perhatian Dunia

AKURAT.CO Maraknya aksi pemboikotan sejumlah produk yang terafiliasi dengan Israel menjadi tindakan yang dilakukan masyarakat Indonesia.
Aksi boikot produk yang terafiliasi dengan Israel sebagai bentuk pengecaman terhadap tindak genosida yang dilakukan kepada warga Palestina.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengatakan, dukungan untuk Palestina tidak cukup hanya melalui gerakan boikot produk yang terafiliasi dengan Israel.
Gus Yahya menyebut, selain melakukan boikot terhadap produk pro Israel, dibutuhkan tindakan dan langkah yang lebih besar dan kuat untuk benar-benar menyelesaikan konflik kemanusiaan Israel-Palestina.
Langkah-langkah besar yang disebut Gus Yahya harus dilakukan atas solusi konflik Israel-Palestina ini, didasari pada gerakan boikot yang tidak hanya dilakukan oleh pendukung Palestina dan kontra Israel saja.
Ia juga menyebut, langkah yang serupa juga telah dilakukan oleh pihak pro Israel dan kontra Palestina, yaitu memboikot produk-produk secara jelas memberikan dukungan kepada Palestina.
Hal inilah yang menjadikan boikot dianggap tidak sepenuhnya efektif dan cukup.
Di sisi lain, meski tidak memberikan dampak secara langsung, Gus Yahya tetap menyatakan bahwa aksi pemboikotan yang tengah terjadi saat ini tetap penting dilakukan sebagai upaya menarik perhatian politik dunia.
Baca Juga: Dampak El Nino, Harga Beras Naik Yang Mengakibatkan Inflasi Oktober 2023 Meningkat
“Gerakan boikot penting untuk mendapatkan perhatian politik, tapi harus dipikirkan jalan keluar yang mungkin, possible, yang bukan cuma sekedar harapan, betul-betul workable,” ujarnya dikutip Kamis (23/11/2023).
Melalui pertemuan yang diadakan di Hotel Shangri-La, Jakarta tersebut, Gus Yahya juga menyatakan bahwa konferensi yang melibatkan para pemuka agama dalam rangka R20 ISORA tersebut turut memberikan perhatian kepada Palestina.
Ia menyebut bahwa para peserta konferensi yang terlibat didalamnya telah membawa diskusi atas konflik ini dan berada dalam satu pendapat yang sama bagi kemerdekaan Palestina.
Selain itu, Gus Yahya juga memberi perhatian yang besar pada tindak kekerasan yang terjadi di Palestina. Menurutnya, kejahatan pada tindak kekerasan yang terjadi disana harus segera diatasi dan dihentikan secepatnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








