Akurat
Pemprov Sumsel

Jumlah Pengguna Internet Meningkat Pesat di 2023, Literasi Digital Harus Memadai

Atikah Umiyani | 30 November 2023, 10:30 WIB
Jumlah Pengguna Internet Meningkat Pesat di 2023, Literasi Digital Harus Memadai

AKURAT.CO Founder Center for Financial and Digital Literacy (CFDL), Rahman Mangussara menyebut pengguna internet Indonesia alami peningkatan sebesar 10 juta dari awal pandemi. Per tahun 2023, jumlahnya sudah mencapai 212,9 juta.

Rahman mengatakan, dengan meningkatnya angka penggunaan internet tersebut, maka perlunya ada kesadaran bahwa semakin tinggi pula resiko yang akan dihadapi jika tidak memiliki literasi yang baik.

“Literasi digital yang tidak memadai membuat kita mudah tersesat dan menghadapi banyak kejahatan,” kata Rahman di acara Indonesian Digital Literacy Conference di Le Meridien Hotel, beberapa waktu lalu.

Menanggapi itu, Direktur Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Slamet Santoso mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah strategis untuk melindungi para pengguna internet dari kejahatan siber.

Baca Juga: Pekan Pertama Kampanye, Gibran Fokus Galang Massa Di Jateng

“Kominfo tentunya bekerjasama dengan semua mitra mengajak untuk bersama-sama kita mengembangkan sumber daya manusia paham digital. Kemudian yang kedua, pemerintah bersama DPR sebagai regulator menyiapkan rancangan undang-undang perlindungan data pribadi untuk segera difinalisasi hari ini. Terakhir, kita harus selalu melakukan bermitra yang strategis dengan semua stakeholder,” kata Slamet.

Menurutnya, kolaborasi hepta helix 7 pihak, yakni Pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, media, organisasi nirlaba, dan individu mampu mempercepat memfasilitasi pertukaran informasi diantara para pemangku kepentingan.

Selain itu, juga dapat memastikan bahwa semua pihak mengetahui perkembangan situasi dan dapat mengambil keputusan secara tepat.

Sementara itu, CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi Group Muhamad Ihsan mengatakan, indeks literasi digital Indonesia tahun 2022, berdasarkan survei Kementerian Komunikasi dan Informatika, masih berada di level 3.54 dari skala 5.

Baca Juga: Viral Dibagikan Di Media Sosial, Ini Link Dan Cara Melihat Spotify Wrapped 2023

“Artinya pengetahuan dan keterampilan masyarakat belum memadai dalam menggunakan teknologi digital,” ujarnya.

Terdapat empat pilar yang diukur dalam menentukan literasi digital, salah satu diantaranya adalah aspek keamanan. Pilar ini merupakan yang paling krusial karena berkaitan langsung dengan kejahatan siber.

Tak bisa dipungkiri, kini kejahatan siber semakin meningkat dengan berbagai modus yang canggih. Berdasarkan data Pusiknas Bareskrim Polri, tindak pidana kejahatan siber pada tahun 2022 naik 14 kali dibandingkan tahun 2021.

Berdasarkan National Cyber Security Index (NCSI), skor indeks keamanan siber Indonesia sebesar 38,96 poin dari 100 pada 2022 di mana Indonesia berada pada peringkat ke-3 terendah di antara negara G20. Secara global, Indonesia menduduki peringkat ke-83 dari 160 negara dalam laporan tersebut.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.