Pulau Galang Tidak Cocok untuk Pengungsi Rohingya, Pemerintah Perlu Carikan Pulau Kosong

AKURAT.CO Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, menyebut terdapat opsi untuk menampung pengungsi Rohingya di Pulau Galang, Kepulauan Riau.
Hal itu disampaikan Wapres dalam kesempatan di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (5/12/2023).
Menurut Wapres, isu pengungsi Rohingya adalah masalah kemanusiaan yang harus diatasi bersama antar-pemangku kepentingan.
"Penempatannya di mana? Dulu kita punya Pulau Galang, nanti kita bicarakan lagi apa akan seperti itu," katanya.
Baca Juga: Kapal Pengungsi Rohingya Ditolak Berlabuh, Sejak 2018 Rakyat Aceh Sudah Bantu Tapi Balasannya Begini
Menanggapi hal tersebut, Pendiri Beranda Ruang Diskusi, Dar Edi Yoga mengatakan, jika menempatakan pengungsi Rohingya ke Pulau Galang atau tempat lain yang berpenghuni, sangat beresiko dan dapat memiliki dampak sosial yang kompleks.
Beberapa dampak yang mungkin terjadi melibatkan integrasi sosial, ekonomi dan budaya di area penerima.
"Perlu perhatian khusus terhadap upaya inklusi, pendidikan, dan peluang pekerjaan agar pengungsi dapat berkontribusi positif pada masyarakat penerima. Selain itu, dukungan psikososial dan upaya untuk mengurangi ketegangan antar kelompok juga sangat penting. Beda halnya bila ditempatkan di pulau tidak berpenghuni," jelasnya dalam keterangan yang diterima Kamis (7/12/2023)
"Menurut data di Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Indonesia memiliki 13.466 pulau dan dari jumlah itu ada 13.300 pulau yang belum bernama dan tak berpenghuni. Alangkah baiknya bila pemerintah menjadikan salah satu pulau tidak berpenghuni sebagai tempat penampungan sementara, seperti Pulau Galang dahulu," tambah Yoga.
Dia menjelaskan, dahulu Pulau Galang dijadikan lokasi pengungsian karena lokasinya terpisah dengan pulau-pulau lain. Namun sejak 1999 Pulau Galang sudah berpenghuni dan terhubung dengan pulau-pulau sekitarnya setelah dibangun jembatan penghubung yang megah.
Menurut praktisi media ini, penanganan pengungsi Rohingya perlu melibatkan upaya internasional untuk memberikan perlindungan, bantuan kemanusiaan, dan dukungan untuk solusi jangka panjang. Kerja sama antarnegara dan organisasi internasional diperlukan untuk menangani akar masalah dan memberikan pemulihan bagi pengungsi.
"Memberikan bantuan kepada mereka yang mengalami penderitaan adalah tanggung jawab kemanusiaan kita. Dengan memberikan dukungan kepada para pengungsi Rohingya, kita dapat membantu mencegah eskalasi krisis kemanusiaan dan konflik yang dapat berdampak negatif pada stabilitas regional dan global," Yoga memaparkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








