Berkunjung ke Aljazair, Menlu Retno Bahas Kerja Sama Ekonomi hingga Situasi Gaza

AKURAT.CO Tahun ini tepat 60 tahun terjalinnya hubungan bilateral antara Republik Indonesia dengan Aljazair.
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, melakukan kunjungan bilateral sehari ke Aljazair.
Selama kunjungan, Menlu Retno melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menlu Aljazair dan kunjungan kehormatan ke Presiden Aljazair.
Kunjungan Menlu Retno ke Aljazair digunakan untuk memperkuat kerja sama, utamanya dalam perdagangan dan investasi. Mengingat, Aljazair termasuk lima besar mitra dagang Indonesia di Benua Afrika. Volume perdagangan kedua negara terus meningkat hingga 15,77 persen per tahun.
Dalam pertemuan dengan Menlu Aljazair, Ahmad Attaf, Menlu Retno turut didampingi oleh tiga CEO Pertamina.
Adapun, isu yang dibahas dalam pertemuan adalah kerja sama perdagangan kemudian kerja sama energi, mekanisme kerja sama bilateral serta isu regional dan global.
"Indonesia ingin meningkatkan kerja sama perdagangan dengan Aljazair secara seimbang dan berkelanjutan. Dalam pertemuan, saya dorong Aljazair untuk membentuk preferential trade agreement (PTA)," jelas Menlu Retno melalui keterangan yang dikutip Akuratco, Kamis (21/12/2023).
Baca Juga: Jadi Kandang Timnas Palestina, Aljazair Bersedia Tanggung Seluruh Biaya
Indonesia dan Aljazair adalah mitra yang erat untuk kerja sama energi. Kedua Menlu menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait energi dan pertambangan yang baru saja dilakukan.
"MoU ini diharapkan akan memperkuat kerja sama G2G serta mempromosikan kerja sama dan investasi B2B pada bidang energi," ujarMenlu Retno.
Pertamina sendiri telah menjadi mitra pengembangan sektor migas Aljazair. Komitmen ini juga diwujudkan dengan realisasi investasi berkelanjutan.
Pertamina berencana kembali melakukan investasi sebesar USD900 juta hingga tahun 2048 pada sektor energi Aljazair, termasuk bidang refinery dan dekarbonisasi.
"Indonesia juga mengharapkan untuk memperluas kerja sama ekonomi di luar sektor minyak, termasuk proyek kerja sama bidang listrik, pertambangan dan energi terbarukan," kata Menlu Retno.
Kedua Menlu telah sepakat untuk mengaktifkan kembali mekanisme bilateral, termasuk pertemuan Ministerial Level Joint Commission Meeting dan Senior-Level Official Bilateral Consultation.
Indonesia akan menjadi tuan rumah kedua pertemuan ini di Jakarta pada tahun depan.
Dua Menlu pun membahas panjang lebar situasi di Gaza. Indonesia dan Aljazair memiliki posisi yang sama terkait Palestina yaitu mengutuk terus berlanjutnya kekejaman Israel terhadap warga sipil dan mendorong segera terciptanya gencatan senjata, bantuan kemanusiaan dan dimulainya kembali proses perdamaian menuju solusi dua negara berdasarkan parameter internasional yang disepakati.
Baca Juga: Piala Afrika: Tragis, Juara Bertahan Aljazair Jadi Juru Kunci
"Kita sepakat untuk terus bekerja sama membela keadilan dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Sebagai anggota tidak tetap DK PBB mendatang, saya juga menyampaikan harapan agar Aljazair terus membawa kepentingan rakyat Palestina di DK PBB," kata Menlu Retno.
Terkait kerja sama regional, Menlu Retno menyambut baik keinginan Aljazair untuk melakukan aksesi atas Treaty of Amity and Cooperation (TAC) ASEAN.
Selain itu, kedua Menlu sepakat untuk saling mendukung di forum-forum multilateral untuk mempromosikan kepentingan negara berkembang.
Sementara, dalam kunjungan kehormatan kepada Presiden Aljazair, Menlu Retno membahas kerja sama ekonomi, termasuk pembentukan PTA dan investasi Indonesia di sektor energi Aljazair.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









