Akurat
Pemprov Sumsel

Jokowi Minta IKN Tak Hanya Sekadar Pindahkan Ibu Kota, Tapi Jadi Contoh Transformasi bagi Pemda

Rizky Dewantara | 13 Maret 2024, 17:07 WIB
Jokowi Minta IKN Tak Hanya Sekadar Pindahkan Ibu Kota, Tapi Jadi Contoh Transformasi bagi Pemda

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya sekadar memindahkan ibu kota, melainkan juga sebagai contoh transformasi bekerja yang efisien dan cepat serta contoh bagi pemerintah daerah lainnya.

"Sekali lagi bukan hanya memindahkan ibu kota tapi contoh transformasi bekerja yang lebih cepat. Jadi kami, terutama dari Otorita, diminta untuk bekerjanya memang istilahnya menjadi contoh bagi pemda-pemda seluruh Indonesia nantinya," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, usai rapat internal di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Setpres, Rabu (13/3/2024).

Baca Juga: Menteri Basuki: Rumah Menteri di IKN Lebih Kecil dari di Widya Chandra

Untuk mempercepat investasi, Jokowi meminta agar status lahan segera diperjelas, terutama dalam pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur dan penyediaan lahan untuk investasi.

"Jangan sampai malah Otorita ini terbawa sistem langgam birokrasi yang berbelit-belit dan lambat," imbuhnya.

Dia menjelaskan, ada dua arahan khusus dari Presiden Jokowi terkait percepatan investasi, yakni penyediaan meja pengaduan khusus untuk investor dan penunjukan petugas (PIC) untuk intens berkomunikasi dengan investor.

Mengenai progres pembangunan, infrastruktur dasar seperti air bersih dan jalan tol ditargetkan rampung pada pertengahan 2024. Jika infrastruktur pendukung sudah siap, Presiden Jokowi berencana mulai berkantor di IKN.

"Jadi utama air dan airport dan itu akan insyaallah itu Juli sudah siap. Makanya nanti 17 Agustusan insyaallah bisa dilakukan di sana dan beliau akan berkantor di sana," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, menambahkan, sampai saat ini telah dilakukan lima tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking dengan nilai investasi mendekati Rp50 triliun. Hal tersebut menandakan komitmen serius pemerintah dalam membangun infrastruktur dan fasilitas publik di IKN.

"Nantinya akan terbentuk suatu ekosistem yang menyeluruh, istilahnya begitu, di dalam kawasan inti pusat pemerintahan yang akan bisa menjadi model untuk pengembangan selanjutnya dari IKN ini ke depannya," ungkap Bambang.

Baca Juga: Jokowi Minta Penyediaan Lahan di IKN Dipercepat, Pakai Sistem Jual-Beli

Nantinya, akan ada kerja sama dengan Stanford University dan beberapa universitas lain untuk membangun pusat riset. Hal tersebut merupakan langkah awal sebelum pengembangan universitas secara penuh di IKN.

"Intinya adalah memang kita ingin membangun pusat riset dulu karena untuk membangun universitas itu kan butuh banyak hal ya. Jadi kita mulai dengan riset dan untuk riset ini kita bekerja sama dengan alumni Stanford," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.