Heri Gunawan Usul DKJ Tidak Disejajarkan dengan Kabupaten Kota Lainnya

AKURAT.CO Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Heri Gunawan, mengusulkan Daerah Khusus Jakarta (DKJ) nantinya jangan disamakan dengan kabupaten/kota lainnya.
Hal itu disampaikan Heri dalam rapat panja RUU DKJ, dimana hal yang dibahas adalah tentang kawasan aglomerasi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/3/2024).
Baca Juga: Menengok Kabar Transportasi Terintegrasi di Kawasan Aglomerasi Terbesar Jabodetabek!
Menurutnya, sejak awal perancangan UU DKJ adalah untuk dijadikan kota global, maka dirinya kurang sependapat, jika pemerintah ingin menyejajarkan dengan kota lainnya yakni dengan kawasan aglomerasi.
“Rencana awal pembentukan UU DKJ itu sebagai kota global, kalau apa yang disampaikan pemerintah sekalipun berbeda dari segi administrasi sebagai satu pusat pertumbuhan ekonomi, saya pikir ini menyejajarkan kota Jakarta dengan kota lainnya, tidak jauh berbeda,” kata Heri.
“Sementara di awal, kita ingin Jakarta ini sebagai pusat pertumbuhan, ada kekhususan, kalau di sini kan tidak ada kekhususan, sama saja berarti. Jadi kalau menurut saya, definisi yang disampaikan oleh pemerintah, yang menyejajarkan Jakarta dengan kota/kabupaten lainnya ini masih kurang komprehensif mungkin perlu ditambah lagi,” sambungnya.
Sehingga politisi Partai Gerindra ini meminta Baleg DPR RI bersama pemerintah bisa membahas lebih dalam tentang perbedaan dan keistimewaan tersebut.
“Jadi menurut saya, kalau mau, ya harus lebih komprehensif, mari kita bahas di sini. Jadi bukan asal setuju dengan pemerintah. Karena bicara kawasan aglomerasi ini berbicaranya berbagai DIM (Daftar Inventarisasi Masalah) terkait di dalamnya,” tutur Heri.
“Kita jauh-jauh hari berbicara kota global, tapi sarana prasarananya dibuat sama, ya sama saja dong, apa bedanya kalau begitu,” pungkasnya.
Baca Juga: PKS Tolak RUU DKJ Diparipurnakan
Sebagai informasi, kawasan aglomerasi adalah kawasan perkotaan dalam konteks perencanaan wilayah yang menyatukan pengelolaan beberapa daerah kota dan kabupaten dengan kota induknya.
Sekalipun berbeda dari sisi administrasi, sebagai satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional berskala global, yang mengintegrasikan tata kelola pemerintahan, industri, perdagangan, transportasi terpadu, dan di bidang strategis lainnya untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








