Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dikabarkan Punya Efek Samping Langka, Ini Kata Menkes Budi Gunadi

AKURAT.CO Vaksin Covid-19 AstraZeneca sedang menjadi perbincangan netizen di media sosial.
Pasalnya, vaksin Covid-19 AstraZeneca dikabarkan mempunyai efek samping yang langka. Vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca bersama dengan Universitas Oxford ini disebut dapat menyebabkan sindrom trombosis trombositopenia (TTS).
Baca Juga: Syarat dan Cara Mendapatkan Vaksin DBD, Program Nasional untuk Melindungi Diri dari Virus Nyamuk
Hal ini diketahui setelah AstraZeneca mengakui dalam dokumen pengadilan mengenai efek samping yang jarang terjadi dari vaksin Covid-19 buatannya.
"Diakui bahwa vaksin AZ dapat menyebabkan TTS pada sebagian kecil kasus-kasus tertentu. Mekanisme penyebabnya tidak diketahui," kata perusahaan itu dalam dokumennya seperti diberitakan Antara, dikutip Kamis (2/5/2024).
"Selain itu, TTS dapat terjadi tanpa adanya vaksin AZ. Penyebab di kasus perorangan tergantung pada bukti ahli," ujar mereka.
Tak berselang lama, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi, menanggapi isu yang beredar mengenai efek samping dari vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Menurut Budi Gunadi, efek samping dari vaksin Covid-19 AstraZeneca yang saat ini sedang diperbincangkan oleh netizen, sebenarnya telah diidentifikasi sebelumnya.
Namun, Budi menegaskan bahwa efek samping tersebut jarang terjadi dan dampaknya juga tidak begitu signifikan.
"Itu sudah lama teridentifikasi dan sudah dilakukan riset juga oleh AstraZeneca. Ada memang dampak-dampaknya soal vaksin tersebut, tapi minimal sekali," ujar Budi.
Budi mengungkapkan bahwa pada dasarnya setiap vaksin memiliki efek samping yang berbeda-beda. Yang paling penting adalah bagaimana mengatasi efek samping tersebut jika benar-benar terjadi.
Hingga saat ini, lanjut Budi, Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) belum melaporkan adanya efek samping yang disebutkan tersebut.
“Sekarang tinggal kita lihat apabila dampaknya terjadi (di Indoensia), itu harus ditangani. Tapi sampai sekarang sih dari laporan ITAGI belum ada dampak itu.,” jelas Budi.
Sebagai informasi, AstraZeneca adalah salah satu vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia.
Vaksin AstraZeneca viral usai terungkap adanya efek samping langka melalui dokumen pengadilan.
TTS adalah sebuah sindrom yang sangat jarang terjadi. Sindrom ini ditandai dengan pembekuan darah (trombosis) dan penurunan jumlah trombosit (trombositopenia).
Risiko TTS umumnya lebih tinggi pada orang yang berusia di bawah 60 tahun. Pembekuan darah juga bisa terjadi di berbagai bagian tubuh, termasuk otak, saluran pencernaan, paru-paru, dan pembuluh darah.
Baca Juga: Kabar Baik! Obat Covid-19 dari AstraZeneca Efektif Kurangi Risiko Penyakit Parah dan Kematian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






