Blue Natural Capital Salah Satu Upaya Pelestarian Ekosistem Alam

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap meningkatkan blue natural capital atau modal alam biru sebagai upaya melestarikan dan memulihkan kondisi ekosistem alam.
Investasi ini disebut dapat mendukung ekosistem laut berkelanjutan dan berketahanan yang menjadi landasan model ekonomi biru berkelanjutan.
"Ini merupakan momen yang tepat bagi negara-negara CTI-CFF untuk mempertimbangkan cara memanfaatkan peluang investasi dalam aset alam. Dengan tujuan memosisikan diri sebagai inovator global dalam proyek dan perekonomian kelautan berkelanjutan," kata Dirjen Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP, Victor Gustaaf Manoppo, melalui keterangan resmi, Kamis (13/6/2024).
Dia menjelaskan, kawasan Segitiga Karang atau Coral Triangle meliputi negara Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste merupakan harta karun global berupa keanekaragaman hayati laut.
Baca Juga: MPKS PP Muhammadiyah Dorong Ekosistem Inklusi untuk Penyandang Difabel
Wilayah ini merupakan rumah bagi beragam kehidupan laut, yang memberikan penghidupan bagi jutaan orang, kekayaan terumbu karang, hutan bakau dan wisata bahari ekokultural yang berkelanjutan.
Menurut Victor, strategi dan instrumen investasi keuangan untuk melestarikan dan membangun kembali modal alam biru (blue natural capital) sangat penting untuk memberikan insentif dan mendukung pengelolaan kelautan dan pesisir dalam perekonomian biru.
Kondisi ekosistem terumbu karang, lamun dan bakau yang masih asli di Segitiga Karang mewakili modal alam biru yang melimpah di kawasan ini.
"Kemitraan multilateral merupakan alat penting dalam upaya Indonesia untuk melindungi ekosistem di kawasan Segitiga Karang dan memanfaatkan kekuatan modal alam biru untuk menjamin masa depan yang sejahtera dan berkelanjutan bagi kawasan," ujarnya.
Baca Juga: Perkuat Keamanan hingga Penegakan Hukum di Laut, Sudah Saatnya Indonesia Memiliki Coast Guard
Special Envoy of Seychelles for ASEAN and Founder of Blue Institute, Nico Barito, menjelaskan pentingnya sinergi antara konservasi dan ekonomi masyarakat.
Serta perlunya pelibatan dukungan pemerintah daerah dan pelibatan masyarakat lokal dalam program blue natural capital, supaya program ini bisa cepat dipahami dan terealisasi.
"Instrumen investasi keuangan blue natural capital juga dapat dimanfaatkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), untuk pengembangan nelayan dan masyarakat pesisir," katanya.
Sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, KKP terus bersinergi dengan berbagai pihak khususnya dalam pengelolaan ruang laut yang mendukung program ekonomi biru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








