Akurat
Pemprov Sumsel

Pemimpin Redaksi Akurat.co: Media Massa Harus Memaksimalkan Pendistribusian Informasi di Platform Baru

Sulthony Hasanuddin | 20 Juni 2024, 17:52 WIB
Pemimpin Redaksi Akurat.co: Media Massa Harus Memaksimalkan Pendistribusian Informasi di Platform Baru

AKURAT.CO Pemimpin Redaksi Akuratco, Aldi Gultom, memaparkan inovasi-inovasi dalam dunia jurnalisme di depan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Mercu Buana pada Kamis (20/6/2024).

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri Akurat Goes to Campus (AGTC) yang digelar di Aula Universitas Mercu Buana Pejaten, Jakarta.

Seperti diketahui AGTC bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hadir dengan tema "Menjadi Jurnalis Video Hebat Dalam 120 Menit".

Baca Juga: AGTC FIKOM Universitas Mercu Buana, Ajak Mahasiswa Menjadi Jurnalis Video Hebat dalam 120 Menit

Gelaran AGTC kali ini mengajak para mahasiswa FIKOM Univ. Mercu Buana untuk menjadi jurnalis video hebat hanya dalam waktu singkat.

Untuk mendukung tujuan tersebut, maka turut hadir pula Kepala Divisi Kehumasan LPS, Nur Biantoro dan CEO TA PRP Music & Publishing, Tole Sutrisno sebagai narasumber.

Menurut Aldi Gultom, pekerjaan jurnalistik sendiri merupakan pekerjaan profetik atau kenabian sebab yang disuarakan adalah kepentingan orang banyak, dan hierarki tertinggi seorang wartawan adalah kepentingan publik.

"Profetik kenabian karena yang kita suarakan adalah suara aspirasi kepentingan masyarakat banyak dan sebisa mungkin bekerja seprofesional mungkin untuk menyuarakan kebenaran," tuturnya.

Pekerjaan jurnalisitik juga membuat seseorang dapat menganalisa dan memprediksi situasi hingga merekontruksi sebuah masa depan karena media massa tidak jauh dari penggalangan opini massa, kata Aldi.

Aldi menambahkan bahwa krisis pers yang mulai kehilangan pasar menyebabkan merosotnya jumlah pembaca, pendengar dan penonton membuat media massa harus berinovasi.

"Semua media massa saat ini harus berinovasi memproduksi konten yang berkualitas sekaligus menarik. Yang distribusinya juga harus beragam menggunakan platform komunikasi baru yang digunakan pembaca sehari-hari," jelasnya.

Menurut Aldi Gultom, Akuratco sebagai media massa memaksimalkan pendistribusian di platform baru karena sudah jarang pengguna yang ingin berusaha untuk masuk membaca berita-berita online.

Media massa juga harus lebih adaptif atau menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, kreatif dan inovatif agar berselancar di gelombang revolusi teknologi saat ini.

Baca Juga: Raker dengan DPR, Mentan Amran Siapkan Program Keberlanjutan Produksi Pertanian

"Saat ini Google pun sudah mulai semakin memperketat kurasi pada konten-konten yang harus lebih berkualitas, clickbait dan tidak lagi printilan atau hampir hoaks," tuturnya.

Selain itu, para jurnalis dituntut konsisten memproduksi 'konten untuk manusia' yakni konten yang bermanfaat atau helpful content.

Informasi yang ditulis para jurnalis harus orisinil dan EAT (expertise, authoritative and trusted) atau berdasarkan kepakaran, otoritas dan terpercaya.

"Jadi, media itu semakin menguasai kepakaran, otoritas dan kepercayaan maka semakin baik. Para jurnalis juga mesti mampu menciptakan konten-konten lokal dan unik sehingga mendapatkan ranking tinggi," tuturnya.

Media massa juga melakukan pemasaran digital dengan terus memperkuat ekosistem digital dengan memperluas aktivitas pemasaran dan analisis data.

Baca Juga: Mahasiswa Sampoerna University Ciptakan Projek Sosial, Angkat Isu Sisa Makanan hingga Disabilitas

Terakhir, media massa meningkatkan pengalaman digital pembaca dengan memperluas jangkauannya, seperti menambahkan video dan interaktif konten, memperbarui situs web dan aplikasi mobile agar makin mudah digunakan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.