Akurat
Pemprov Sumsel

Silaturahmi Kebangsaan ke Markas PAN, Ketua MPR Dapat Wejangan dari Zulhas: Presiden Harus Dipilih Rakyat

Paskalis Rubedanto | 3 Juli 2024, 17:25 WIB
Silaturahmi Kebangsaan ke Markas PAN, Ketua MPR Dapat Wejangan dari Zulhas: Presiden Harus Dipilih Rakyat

AKURAT.CO Jajaran pimpinan MPR menyambangi markas Partai Amanat Nasional (PAN) dalam rangka silaturahmi kebangsaan.

Ketua MPR, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, didampingi Wakil Ketua MPR yakni Ahmad Basarah, Yandri Susanto, Amir Uskara dan Jazilul Fawaid.

Jajaran pimpinan MPR langsung disambut oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan; Waketum PAN, Viva Yoga Mauladi; Sekjen PAN, Eddy Soeparno; serta Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Eko Patrio.

Usai berdiskusi, Bamsoet menyampaikan bahwa dirinya datang kepada Zulhas untuk meminta saran dan pendapat, karena Zulhas juga menjabat Ketua MPR pada periode 2014-2019.

Baca Juga: PKB: Nama Ridwan Kamil Engga Laku di Jakarta

"Hari ini kedatangan kami tidak saja kita bertemu dengan Ketum PAN tapi juga ketemu dengan Ketua MPR ke-15, saya ke-16. Untuk mendapatkan berbagai pandangan, berbagai saran. Yang rencananya memang akan kami dokumentasikan dalam dokumentasi kearifan yang akan kita serahkan nanti kepada pimpinan MPR yang akan datang, maupun kepada pemerintahan baru yang akan datang," jelasnya di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (3/7/2024).

Selain itu, Bamsoet juga mengaku Zulhas menyampaikan bahwa presiden harus tetap dipilih melalui jalur demokrasi yakni pemilihan umum.

"Tadi disampaikan dalam diskusi yang cukup hangat, memang dalam situasi hari ini kita sama-sama prihatin bahwa demokrasi kita hari ini ternyata memang mahal sekali. Itu yang menjadi perhatian. Tapi bukan berarti kita mengubah pilpres menjadi kembali ke MPR, itu pandangan dari Pak Zul," ujarnya.

Baca Juga: Kejutan! SBY Bakal Tampil Perdana di Pestapora 2024

"Kita harus memikirkan bagaimana melakukan perubahan harus gradual, bertahap untuk mengembalikan sistem demokrasi kita dan jati diri bangsa kita. Dan juga tidak mahal seperti yang kita terjebak. Sekarang terjebak dalam demokrasi angka-angka. Ini yang kita bicarakan kepada Pak Zul," pungkas politisi Partai Golkar itu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.