Akurat
Pemprov Sumsel

Tinjau Pompanisasi di Bantaeng, Jokowi: Di Sini Tanahnya Subur, Airnya yang Enggak Ada

Rizky Dewantara | 5 Juli 2024, 12:14 WIB
Tinjau Pompanisasi di Bantaeng, Jokowi: Di Sini Tanahnya Subur, Airnya yang Enggak Ada

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau program pemasangan pompanisasi di Desa Layoa, Bantaeng, Sulawesi Selatan. Dia menjelaskan, pemerintah sudah memberikan 80 pompa ke Kabupaten Bantaeng dalam program ini.

"Pompanisasi yang diberikan dari Kementerian Pertanian ke Kabupaten Bantaeng sebanyak 80 pompa. Keperluannya 150, sudah diberikan 80 pompa," kata Jokowi, Jumat (5/7/2024).

Dia berharap, dengan adanya pompanisasi, produktivitas pertanian di Kabupaten Bantaeng bisa meningkat. Mengingat, tanah di wilayah ini termasuk wilayah yang subur, hanya kekurangan air.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tinjau Pompanisasi di Bone, Petani Bersyukur Terhindar Kekeringan

Terutama untuk meningkatkan produksi beras, tak hanya di Bantaeng namun juga produksi beras secara nasional. Selain itu juga, untuk mengantisipasi kekeringan panjang yang terjadi di semua negara.

"Petani tadi menyambapikan di sini haya panen sekali, padahal tananhnya subur karena airnya enggak ada. Sehingga dengan pompa ini, ini sudah tanam yang kedua, kita harapkan nanti bisa masuk ke penanaman yang ketiga," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan ke Pasar Cekkeng, Kabupaten Bulukumba, untuk mengecek harga-harga pangan di pasar tersebut. Dia pun senang karena harga pangan di sana lwbih murah dibanding harga pangan di Pulau Jawa.

"Harganya juga sangat baik, bawang merah Rp30.000, cabai Rp30.000, dan lain-lain juga lebih murah dari di Jawa," kata Jokowi, Jumat (5/7/2024).

Dia menjelaskan, murahnya harga pangan di wilayah tersebut karena Sulawesi Selatan memiliki produksi pangannya sendiri. "Setelah saya tanya ternyata di sini ada produksi sendiri di Sulsel. Ini sangat bagus," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.