Pasca Kasus Hasyim Asy'ari, DPR Diminta Awasi Gaya Hidup Komisioner KPU

AKURAT.CO Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dipertanyakan pasca terungkapnya skandal pelecehan seksual yang menyeret mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari.
Sebab, dalam sidang pembacaan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Hasyim terbukti melanggar kode etik dengan menggunakan relasi jabatan untuk keperluan di luar tugas.
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, mengatakan DPR sebagai mitra KPU harus senantiasa mengawasi gerak para komisioner agar tidak terjadi penyalahgunaan jabatan dan penggunaan anggaran.
Baca Juga: Segera Lantik Ketua KPU Pengganti Hasyim Asy'ari
"Penyalahgunaan jabatan dengan mengatasnamakan fasilitas negara seharusnya sudah terendus oleh DPR," kata Lucius kepada Akurat.co, Kamis (11/7/2024).
Menurutnya, lemahnya pengawasan DPR disebabkan karena fokus terhadap penyelenggaraan pemilu saja. Sehingga gaya hidup para komisioner luput dari pantauan dan menyebabkan proses pemilu tidak berintegritas.
"Komisi II lupa untuk mengingatkan KPU akan gaya hidup komisioner yang cenderung kurang elok sebagai penyelenggara pemilu yang berintegritas," ujarnya.
Dia menduga pembiaran soal gaya hidup komisioner yang cenderung hedonis merupakan titah DPR karena telah mengamankan kepentingan masing-masing partai politik.
"Bisa jadi hidup mewah Komisioner KPU mungkin atas seijin Komisi II yang pada saat yang sama menitipkan kepentingan terkait Pemilu," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








