Polisi Gelar Operasi Mantap Praja Jaya Amankan Pilkada 2024, Kerahkan 88.375 Personel

AKURAT.CO Polda Metro Jaya akan menggelar Operasi Mantap Praja Jaya untuk mengamankan penyelenggaraan Pilkada 2024 di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, mengatakan, operasi ini akan digelar selama 140 hari, dimulai dari 14 Agustus sampai dengan 31 Desember 2024 dengan ribuan personel yang dikerahkan.
"88.375 personel yang mana terdiri dari 6.991 personel TNI, 17.448 personel Polri, serta didukung oleh 63.936 personel Linmas," kata Karyoto saat memberikan amanat di Lapangan Satlas Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/8/2024).
Nantinya, seluruh personel akan disebar ke 31.963 TPS. Tujuannya agar terciptanya keamanan, kelancaran, dan ketertiban selama tahapan Pilkada 2024 serentak.
Baca Juga: Bawaslu Soroti Empat Masalah Utama yang Perlu Diperbaiki dalam Pemilu dan Pilkada
Selama pengamanan ini, Polda Metro Jaya akan melaksanakan sejumlah pola pengamanan, seperti cipta kondisi yang dilaksanakan pada sebelum, sesudah, serta saat berjalannya Pilkada 2024 serentak.
"Yang akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan yang ada, yang mana kegiatan ini dilakukan meliputi deteksi dini, cooling system, pengamanan terbuka dan tertutup, hingga penindakan bagi pihak yang berupaya mengganggu pelaksanaan pada setiap tahapan Pilkada," tukasnya.
Selain itu, Operasi Mantap Praja Jaya ini akan diiringi dengan penguatan strategi komunikasi publik untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar masyarakat senantiasa ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
"Ikut berpartisipasi dalam menjaga stabilitas Kamtibmas pada Pilkada 2024, serta agar masyarakat mengetahui berbagai upaya pengamanan yang telah kita lakukan," ungkap dia.
Tak lupa, Karyoto juga mengimbau personelnya untuk segera melakukan antisipasi terhadap wilayah yang tingkat kerawanannya tinggi dengan berkoordinasi kepada TNI, BNPB, BMKH, Basarnas, serta stakeholder terkait untuk memetakan daerah rawan.
Selanjutnya, tindak kejahatan terorisme juga harus diantisipasi oleh personel. Sebab, pada Pilkada 2019 lalu terdapat 6 aksi serangan teror di berbagai wilayah Indonesia.
"Hal ini tidak boleh terjadi pada Pemilukada 2024 di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sehingga kita bisa memastikan tidak ada kejadian teror sekecil apapun pada Pemilukada 2024," tutup dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








