Akurat
Pemprov Sumsel

DPR: Pornografi Jadi Penyebab Siswi SMP di Palembang Diperkosa dan Dibunuh 4 Remaja

Paskalis Rubedanto | 6 September 2024, 15:24 WIB
DPR: Pornografi Jadi Penyebab Siswi SMP di Palembang Diperkosa dan Dibunuh 4 Remaja

AKURAT.CO DPR RI menyayangkan peristiwa pembunuhan dan pemerkosaan yang melibatkan empat remaja hingga menewaskan seorang siswi di Palembang, Sumatera Selatan.

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, menilai kejadian nahas tersebut disebabkan oleh terpaparnya remaja-remaja Tanah Air oleh pornografi hingga merusak kinerja akal dan otak manusia.

Sehingga menurutnya, pemerintah harus segera membatasi akses pornografi bagi anak-anak di bawah umur.

"Dan apakah mungkin, sangat mungkin kita minta pemerintah melakukan pembatasan ini. Ini sungguh betul. Karena yang kita dapati, peristiwa tindak kekerasan di Palembang anak-anak yang masih umur 13, 12, dan 16 tahun itu, empat anak itu di hp nya cukup tertera jelas mereka begitu mudah bisa mengakses aksi pornografi di hp nya masing-masing," kata Huda kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/9/2024).

Baca Juga: Bareskrim Amankan Tersangka Pembuat Konten Pornografi Anak, Korban Keponakan Sendiri

Menurutnya, perilaku kekerasan seksual bisa muncul karena telah menyimpangnya jalan pikiran seorang anak akibat tontonan dewasa.

"Itulah yang lalu kemudian menajadi perilaku menyimpang sampai akhirnya melakukan tindak kekerasan terhadap peserta didik kita ini yang akhirnya sampai meninggal dunia," jelasnya.

" Jadi menurut saya opsi yang paling cepat supaya mitigasinya juga jelas dan dampaknya akan terasa langsung adalah memastikan pemerintah membatasi akses peserta didik kita terhadap situs-situs porno aksi dan pornografi," tutup Huda.

Sebelumnya, kasus pembunuhan siswi di Palembang tersebut terjadi ketika empat tersangka yakni IS, MZ, NZ dan AS menonton kuda lumping yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kemudian, korban dan N berjanji bertemu di tempat pergelaran kuda lumping. Nah, saat itulah korban bertemu dengan keempat pelaku.

"Usai bertemu di sana, kemudian Korban diajak ke pembakaran mayat (krematorium) sampurna. Di sanalah pelaku IS dan ketiga pelaku lainnya merudapaksa korban dan melakukan penganiayaan," kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Harryo Sugihartono, Kamis (5/9/2024).

"IS ini melakukan penganiayaan dengan cara menyekap korban dengan kedua tangannya sambil melakukan layaknya suami istri, sedangkan tiga temannya yang lain, MZ, NZ, dan AS memegangi tangan dan kaki korban, " sambung Harryo.

Setelah diperkosa bergiliran, korban pun kekurangan oksigen hingga meninggal dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.