Akurat
Pemprov Sumsel

Akselerasi Pengembangan Kompetensi ASN, LAN Gandeng Ratusan Korporasi Terbaik Indonesia

Arief Rachman | 13 Oktober 2024, 10:00 WIB
Akselerasi Pengembangan Kompetensi ASN, LAN Gandeng Ratusan Korporasi Terbaik Indonesia

AKURAT.CO Lembaga Administrasi Negara (LAN) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah berkolaborasi dengan sektor swasta.

Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Kepala LAN, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, dalam pertemuan B300 LAN bersama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) yang berlangsung secara blended di Aula Prof. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN, Jalan Veteran No 10, Sabtu (12/10/2024).

“Kualitas pelayanan publik dan keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh kapasitas ASN. Melalui forum ini, LAN mengajak seluruh elemen korporasi untuk bersama-sama memajukan bangsa melalui pengembangan kompetensi ASN,” ujar Taufiq.

Baca Juga: Bahaya Teh untuk Anak: Dokter Ingatkan Risiko Stunting dan AnemiaBahaya Teh untuk Anak: Dokter Ingatkan Risiko Stunting dan Anemia

Ia menambahkan, jumlah ASN di Indonesia diproyeksikan akan mencapai lebih dari 7 juta orang, terdiri dari 4,5 juta ASN aktif dan tambahan rekrutmen baru sebesar 3 juta Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1,5 juta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Selain program ASN Talent Academy (ATA) yang sudah melahirkan banyak future leaders, LAN kini menggagas "Leadership Joint Program," sebuah kolaborasi strategis antara birokrasi dan sektor swasta.

Program ini dirancang untuk menciptakan kompetensi kepemimpinan yang profesional, adaptif, dan memiliki kemampuan digital leadership.

“Leadership Joint Program ini akan menjadi ekosistem pelatihan berkelanjutan, menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk memastikan setiap ASN mendapatkan akses pembelajaran terbaik,” jelas Taufiq.

Baca Juga: Pramono Anung: Jika Terpilih Jadi Gubernur Jakarta, Saya Akan Pimpin Semua Golongan

Ia juga memperkenalkan konsep "Learning Ecosystem," sebagai kolaborasi antara sektor swasta dan publik dalam mengatasi gap kompetensi ASN.

Steering committee GNIK, Yunus Triyonggo, menyoroti tantangan Indonesia dalam indeks daya saing talenta global yang masih tertinggal dibanding negara-negara Asia lainnya.

Menurutnya, akselerasi kompetensi ASN sangat penting untuk menghadapi tantangan di tahun 2030 dan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan era digital, terutama di tengah fenomena Gen Z workforce.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, mengapresiasi inisiatif LAN dan GNIK serta berkomitmen untuk mendukung pengembangan kompetensi SDM Indonesia.

Baca Juga: Kesehatan Mental Bukan Sekadar Medis, tapi Hak Asasi Manusia yang Harus Dijunjung Tinggi

Ia menekankan, bahwa teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), dapat menjadi pendorong untuk meningkatkan kapasitas ASN agar mampu bertransformasi dari Low Order Thinking Skills menuju High Order Thinking Skills.

“Dengan AI, kita tidak menggantikan talenta yang ada, tetapi justru menambah kapasitas mereka untuk bekerja lebih baik. ASN harus siap beradaptasi jika ingin menjadi birokrasi kelas dunia,” kata Dharma.

Alumni program ASN Talent Academy (ATA), Shinta Putri Permata Dewi dari Kementerian Keuangan, membagikan pengalamannya selama mengikuti pelatihan.

Ia mengaku tidak hanya mendapatkan peningkatan kompetensi manajerial dan sosial kultural, tetapi juga kesempatan magang di korporasi, yang memberikan insight berharga tentang best practices pelayanan prima di sektor swasta.

Baca Juga: Soal Isu Golkar Dapat 7 Kursi Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran, Waketum: Kalau Benar, Alhamdulillah

Beberapa anggota forum B300 seperti Herdy Herman, Mahmud Samuri, dan Sindi Defrizianti, yang ditemui secara terpisah dalam pertemuan tersebut, sepakat bahwa kolaborasi antara sektor privat dan publik adalah langkah strategis untuk menyiapkan Indonesia yang kompeten di tahun 2030 dan menuju Indonesia Emas 2045.

Forum B300 sendiri merupakan wadah yang beranggotakan para eksekutif Human Resources, termasuk HR Director atau Senior Manager, yang diinisiasi oleh GNIK untuk mewujudkan visi Indonesia kompeten dalam menghadapi tantangan masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.