Menko PM Muhaimin Kecam Kasus Pencabulan Anak di Panti Asuhan Darussalam An'nur

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar mengecam keras pelaku kekerasan seksual berkedok panti asuhan Darussalam An'nur di Tangerang, Banten.
Dia menegaskan, ulah oknum pelaku pengelola panti itu telah mencoreng kemuliaan dari keberadaan pesantren yang selama ini berjuang untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat di Indonesia.
"Saya mengecam keras pelaku dan berharap dihukum-hukum seberat-beratnya," kata Muhaimin saat menghadiri kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024, di Pondok Pesantren Mahasina Darul Quran Wal Hadits, Kota Bekasi, Jawa Barat, dikutip Antara, Selasa (22/10/2024).
Menurutnya, tingkah laku tidak terpuji pelaku yang melakukan kekerasan seksual kepada para penghuni panti, telah ikut menyeret eksistensi pesantren.
Baca Juga: Dua Tersangka Pencabulan di Panti Asuhan Darussalam An'nur Tak Ada Kelainan Psikologis
Para pelaku juga telah mencoreng pengabdian pendidik, guru, atau pengajar di lembaga pendidikan agama seperti pesantren, yang selama ini bersungguh-sungguh membangun peradaban generasi penerus bangsa.
Untuk itu, Muhaimin mengajak semua pihak untuk bekerja sama menyelesaikan permasalahan-permasalahan seperti itu agar tidak terulang kembali. Sebab, kekerasan terhadap perempuan, anak, seksual, dan sosial sangat merugikan bangsa dan negara.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengatakan jumlah korban pencabulan di yayasan Panti Asuhan Darussalam An'nur di Kunciran Indah, Pinang, Kota Tangerang bertambah jadi delapan orang.
"Untuk korban per hari ini sudah bertambah 1 lagi, anak. Yang diketahui per Rabu, 9 Oktober 2024 korban menjadi 8 anak asuh," kata Ade Ary saat dihubungi wartawan, Rabu (9/10/2024).
Dia merinci, korban tersebut terdiri dari tiga anak-anak dan lima dewasa. Meski begitu, dia tak mengungkap identitas para korban.
Sementara itu, dalam kasus ini polisi telah menetapkan tiga orang tersangka, di antaranya Sudirman (49), Yusuf Bahtiar (30) dan Yandi Supriyadi (28). Sudirman dan Yusuf telah dilakukan penahanan, sedangkan Yandi masih dilakukan pencarian oleh polisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





