Kitabisa Luncurkan Beasiswa Tunas di Mempawah, Fokus Pendidikan dan Pelestarian Lingkungan

AKURAT.CO Kitabisa meluncurkan Beasiswa Tunas untuk para pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Beasiswa ini merupakan bagian dari Program Harapan Alam (HARPA).
Beasiswa Tunas merupakan sebuah program beasiswa holistik yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga pelestarian lingkungan. Mengingat, adanya ancaman terhadap kelestarian hutan tropis Kalimantan.
Peluncuran program yang diadakan di Rumah Gesit Mempawah ini, menandai dimulainya perjalanan 10 anak muda terpilih yang akan mendapatkan dukungan pendidikan komprehensif selama setahun ke depan. Mereka terdiri dari empat mahasiswa dan enam siswa SMA/SMP yang berasal dari empat kecamatan di Kabupaten Mempawah: Jungkat, Sungai Pinyuh, Mempawah Timur, dan Sadaniang.
Baca Juga: Asuransi Kitabisa Hadir untuk Mengembalikan Semangat Berasuransi: Saling Jaga
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Pengembangan Masyarakat Swadaya dan Mandiri (GEMAWAN), lembaga lingkungan, orangtua siswa, dan Kitabisa.org bagian dari ekosistem Kitabisa. Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan program untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik dari sisi pendidikan maupun pelestarian alam.
Dewan Pengurus Gemawan, Hermawansyah, menjelaskan Beasiswa Tunas lahir dari pemahaman bahwa pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat tidak bisa dipisahkan. Pihaknya melihat, bagaimana himpitan ekonomi keluarga petani dan nelayan seringkali menghalangi akses pendidikan bagi anak-anak mereka.
"Beasiswa Tunas hadir untuk menjembatani kesenjangan ini, memberikan peluang yang lebih baik untuk pendidikan dan masa depan yang lebih sejahtera. Ini langkah awal untuk masa depan yang lebih sejahtera, untuk anak-anak dan alam Kalimantan. Kami berharap para penerima Beasiswa Tunas akan menjadi pionir di komunitas mereka, menunjukkan bahwa kesejahteraan ekonomi dapat tercapai tanpa mengorbankan kelestarian alam," kata Hermawansyah.
Ketua Yayasan Kitabisa, Edo Irfandi, menambahkan masalah kompleks seperti deforestasi dan kesenjangan pendidikan memerlukan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan. "Dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan dampak yang lebih besar, membawa perubahan positif yang dapat bertahan dalam jangka panjang," ucap Edo.
Salah satu penerima beasiswa, Adit Pradana (16), memberikan contoh nyata bagaimana pendidikan dan pelestarian alam saling terkait. Wasandi (47), ayah Adit, seorang nelayan sekaligus aktivis pelestarian mangrove, telah mengembangkan metode inovatif menggunakan selongsong bambu untuk melindungi bibit bakau dari terpaan ombak.
Di pesisir pantai yang dipenuhi bakau muda, Wasandi menceritakan dampak perubahan lingkungan terhadap mata pencaharian mereka. "Dulu, kami bisa menangkap ikan dekat pantai. Sekarang, abrasi mengharuskan kami untuk berlayar lebih jauh, yang menghabiskan lebih banyak bahan bakar dan waktu," ujarnya.
Baca Juga: EF Efekta dan AJI Jakarta Selenggarakan Program Beasiswa Bahasa Inggris untuk Jurnalis Indonesia
Namun, dengan kearifan lokal, Wasandi menemukan solusi yang sederhana tetapi efektif. Dirinya menanam mangrove menggunakan selongsong bambu untuk melindungi bibit bakau dari ombak.
"Setiap pohon yang tumbuh adalah harapan untuk masa depan anak-anak kami. Ketika mangrove tumbuh kuat, ikan akan kembali, dan kami tidak perlu berlayar terlalu jauh, tetap dekat dengan keluarga," ujarnya.
Adit menuturkan, Beasiswa Tunas lebih dari sekadar membantu biaya sekolahnya. "Ini tentang melanjutkan perjuangan ayah saya dalam menjaga alam. Saya ingin membuktikan bahwa pendidikan dan pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring, saling mendukung," kata Adit.
Beasiswa Tunas dirancang sebagai program percontohan selama satu tahun, dengan visi memberikan keberlanjutan. Jika berhasil, program ini akan dilanjutkan dengan menyasar pelajar dan mahasiswa di daerah lain.
Selain dukungan pendidikan, program ini juga mencakup pendampingan keluarga dan pengembangan mata pencaharian alternatif yang ramah lingkungan, untuk memastikan kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Beasiswa Tunas tidak hanya memberikan dukungan finansial untuk biaya pendidikan, tetapi juga menawarkan pendampingan akademis, edukasi mengenai konservasi alam, serta pengembangan keterampilan berkelanjutan bagi penerima beasiswa.
Dengan mengintegrasikan tiga elemen utama, pendidikan, kesadaran lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, program ini bertujuan untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi penerima beasiswa dan komunitas mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







