The Habibie Center Gelar Habibie Democracy Forum 2024, Hadirkan Mahfud MD

AKURAT.CO, The Habibie Center menggelar Habibie Democracy Forum dengan tema “Memperkuat Ketahanan Demokrasi: Memajukan Governansi Inklusif dan Partisipasi Warga Negara yang Bermakna” di Sasono Mulyo Ballroom, Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk membahas tantangan, peluang, dan masa depan demokrasi di Indonesia.
Baca Juga: Unpad dan Habibie Center Diminta Tegas Soal Dugaan Plagiat Profesor Nina Lubis
Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar (Ketua Dewan Pengurus, The Habibie Center) dan Nadia Habibie, M.Sc. (Sekretaris Dewan Pengurus, The Habibie Center), yang menyampaikan pandangan keluarga besar Habibie.
Sementara Pidato Kebangsaan disampaikan oleh Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmodin (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia 2019–2024).
Tahun ini, Habibie Democracy Forum memiliki tujuan khusus untuk:
(1) Memetakan signifikansi governansi inklusif serta partisipasi warga negara yang bermakna dalam upaya memperkuat ketahanan demokrasi.
(2) Menganalisis peran kebijakan desentralisasi dalam meningkatkan transparansi dan memberantas korupsi sebagai bagian dari ketahanan demokrasi. (3) Mengidentifikasi inovasi teknologi untuk governansi partisipatif serta mengatasi hambatan partisipasi digital.
(4) Memetakan hambatan partisipasi kelompok terpinggirkan dalam proses kebijakan.
Prof. Mahfud MD menyoroti pentingnya Indonesia tetap berlandaskan konstitusi dan demokrasi sebagai fondasi negara yang merdeka.
“Pemilu adalah mekanisme utama untuk mendistribusikan kekuasaan sesuai aspirasi rakyat, namun demokrasi dan hukum di Indonesia saat ini hanya berjalan secara prosedural dan kehilangan maknanya.
Mahfud mengingatkan bahwa demokrasi tanpa hukum bisa berujung anarki, dan hukum tanpa demokrasi menjadi kezaliman.
Lebih lanjut, menurutnya, yang dibutuhkan bukan sekadar pembentukan peraturan baru, tetapi penegakan hukum yang kuat.
Baca Juga: The Habibie Center: Alhamdulillah, Bapak Semakin Sehat
Penegakan hukum yang baik berpotensi memperbaiki sekitar 44 persen dari aset negara yang bermasalah.
“Solusi yang tersisa bagi demokrasi Indonesia adalah komitmen dan ketegasan dari pemimpin, terutama presiden, dalam memperkuat demokrasi dan hukum,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






