Pemerintah Pastikan Hasil Pemilu Tetap Valid Meski Tingkat Partisipasi Rendah

AKURAT.CO Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menegaskan hasil Pemilu tetap valid meski tingkat partisipasi masyarakat di beberapa daerah rendah.
"Ya tetap saja, itu valid. Legitimasi berikutnya adalah legitimasi dalam hal kinerja pemerintahan," kata Bima Arya di Kompleks Parelmen Senayan, Jakarta (10/12/2024).
Baca Juga: Kemendagri Dorong Perbaikan Sistem Kurangi Risiko Petugas Pemilu Meninggal Dunia
Dia menjelaskan, legitimasi tidak hanya diukur dari angka partisipasi pemilih, tetapi juga dari kinerja pemerintahan yang dihasilkan oleh para kepala daerah terpilih. Bahkan, ada pemimpin yang terpilih dengan perolehan suara tipis, namun berhasil membangun legitimasi melalui kinerja yang baik.
"Publik sekarang menunggu para kepala daerah terpilih ini untuk menunjukkan legitimasinya melalui kinerjanya, dan itu akan kita awasi bersama-sama dengan pemerintah," tegasnya.
Bima Arya menekankan, meskipun babak pemilu telah usai, tanggung jawab para pemimpin terpilih baru dimulai. "Mereka harus membuktikan kemampuan dalam menjalankan pemerintahan yang responsif dan memenuhi ekspektasi masyarakat," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







