Mentan Optimis Swasembada Pangan Terwujud di NTT dalam Tiga Tahun

AKURAT.CO Nusa Tenggara Timur ditargetkan sebagai provinsi swasembada pangan dalam waktu maksimal tiga tahun ke depan.
Sekaligus menjadikannya sebagai lumbung pangan di Indonesia Timur.
Demikian disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat mengunjungi Kabupaten Kupang untuk memastikan kesiapan lahan petanian dan irigasi.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan memantau sejumlah irigasi dan bendungan yang ada di Kabupaten Kupang.
Baca Juga: Prabowo: Swasembada Pangan Dicapai Paling Lambat Awal 2026
Serta berdialog dengan para petani yang menyampaikan keluhan dan harapan mereka dalam membangun petanian.
Mentan menegaskan ambisinya menjadikan NTT sebagai provinsi swasembada pangan dalam waktu maksimal tiga tahun.
Dengan potensi lahan mencapai 300 ribu hektare, NTT dinilai mampu menjadi salah satu tulang punggung ketahanan pangan nasional.
"Jika 200 ribu hektare saja ditanam dua kali setahun, maka produksi bisa mencapai dua juta ton beras. Padahal, kebutuhan NTT hanya 1,3 juta ton, artinya, surplus 700 ribu ton beras," jelas Mentan, melalui keterangannya, Minggu (26/1/2025).
Baca Juga: Wamendagri Optimis Realisasi Swasembada Pangan Bisa Lebih Cepat dari Target
Karenanya, untuk merealisasikan target tersebut, Kementan berkomitmen memberikan berbagai bentuk bantuan mulai dari irigasi, pupuk alat dan mesin pertanian hingga pendampingan intensif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








