Efisiensi Anggaran Tidak Akan Menghambat Pencapaian Target Sektor Pariwisata

AKURAT.CO Kementerian Pariwisata berkomitmen menjalankan berbagai program unggulan untuk meningkatkan daya saing sektor ini di Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah Gerakan Wisata Bersih, digitalisasi pariwisata melalui Tourism 5.0, program Pariwisata Naik Kelas, pengembangan event berbasis intellectual property (IP) Indonesia serta penguatan Desa Wisata.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menjelaskan, target sektor pariwisata 2025 tetap difokuskan pada peningkatan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), perolehan devisa serta peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan lokal.
Baca Juga: Dukung Pariwisata, JR Connexion PIK2–Stasiun KCIC Halim Resmi Beroperasi
Selain itu, peningkatan tenaga kerja sektor pariwisata dan pencapaian peringkat Travel and Tourism Development Index juga menjadi prioritas.
Menurut Menpar, efisiensi anggaran tidak akan menghambat pencapaian target.
Melainkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian/lembaga lain, pemerintah daerah, BUMN dan sektor swasta.
Baca Juga: 100 Hari Pemerintahan Prabowo, Sektor Pariwisata Alami Peningkatan Signifikan
Sebagai bagian dari strategi efisiensi, Kemenpar akan mengoptimalkan anggaran operasional, termasuk pengurangan biaya rapat dan perjalanan dinas, tanpa mengganggu operasional utama.
"Kami juga melakukan sosialisasi kepada duta besar-duta besar yang akan berangkat ke luar negeri, mereka bisa menjadi agen promosi pariwisata. Jadi, kolaborasi tersebut kami akan tingkatkan. Kami juga mendorong investor agar bisa berinvestasi di sembilan Kawasan Ekonomi Khusus dan tiga badan otorita," jelas Menpar, dalam keterangannya, Sabtu (15/2/2025).
Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, disampaikan bahwa efisiensi anggaran diharapkan dapat semakin memperkuat kinerja sektor pariwisata Indonesia di tahun-tahun mendatang.
Baca Juga: Menpar Optimis Tren Positif Pertumbuhan Pariwisata Terus Berlanjut
Wakil Ketua Komisi VII DPR, Lamhot Sinaga, mengatakan, efisiensi anggaran perlu dimaknai sebagai pendorong kinerja kementerian dan lembaga.
"Menurut saya, ini tentang bagaimana bisa membangkitkan kembali teman-teman seluruh jajaran, baik eselon dua, tiga, empat dan seterusnya sampai pegawai kecil. Jangan sampai mereka kehilangan semangat untuk berkarya demi bangsa dan negeri. Tapi spirit bisa menggunakan anggaran sekecil mungkin tanpa mengabaikan kinerja mereka sebagai aparatur negara," jelasnya.
Senada disampaikan Wakil Ketua Komisi VII, Evita Nursanty, bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengubah target program kerja Kementerian Pariwisata.
Baca Juga: Gojek Luncurkan Program 'Yuk Libur' untuk Dukung Pariwisata dan Ekonomi Daerah
"Kementerian Pariwisata juga diharapkan dapat meningkatkan indeks kinerja kepariwisataan pada tahun 2025," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








