MUI Serukan Penguatan Boikot Produk Terafiliasi Israel Jelang Ramadhan 1446 H

AKURAT.CO Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menyerukan kepada umat Islam dan masyarakat luas untuk memperkuat aksi boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan praktik penjajahan, genosida, dan pembersihan etnis oleh Israel di Palestina.
Meskipun gencatan senjata telah terjadi di Jalur Gaza pada 19 Januari 2025, MUI menegaskan, boikot harus tetap berlanjut karena kebijakan Israel yang menindas Palestina masih berlangsung, termasuk rencana pengusiran paksa dan penjajahan di wilayah Palestina.
“Kami mendorong seluruh kekuatan masyarakat sipil di berbagai belahan dunia untuk terus melakukan dan mengintensifkan aksi boikot terhadap produk Israel serta produk pihak manapun yang berafiliasi dengan Israel dan gerakan Zionisme,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, di Jakarta, Rabu (27/2/2025).
Baca Juga: Ramalan Zodiak Keuangan Hari Ini, 27 Februari 2025: Virgo, Gemini, Cancer dan Aquarius
Dalam rangkaian aksi solidaritas ini, MUI bersama organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga filantropi, dan organisasi solidaritas Palestina akan meluncurkan kampanye bertajuk “Shiyam Ramadhan, Kemanusiaan, dan Kemerdekaan Palestina”.
Kampanye ini tidak hanya bertujuan memperkuat boikot, tetapi juga untuk mengintensifkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan membangun solidaritas masyarakat dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
“MUI menjadikan Ramadhan kali ini sebagai Bulan Solidaritas Palestina,” kata Prof. Sudarnoto.
MUI juga mengajak umat Islam untuk menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan spiritualitas, tidak hanya dengan menahan lapar dan haus, tetapi juga dengan "berpuasa" dari produk-produk yang terafiliasi dengan rezim pendudukan Israel.
Meskipun MUI tidak merilis daftar spesifik merek atau perusahaan yang harus diboikot, Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) sebelumnya telah mengidentifikasi sepuluh produk yang dinilai memiliki keterkaitan dengan Israel.
Daftar ini mencakup merek-merek yang memiliki investasi, afiliasi bisnis, atau keterlibatan langsung dengan aktivitas ekonomi Israel di wilayah pendudukan Palestina.
Baca Juga: PKS Gelar Vibestival untuk Meriahkan Ramadan, Bakal Undang Band Sukatani
Berikut ini daftar produk yang direkomendasikan untuk diboikot menurut YKMI, yauni Danone, Unilever, Nestlé, Coca-Cola, PepsiCo, Kraft Foods, Procter & Gamble, Mondelez International, Johnson & Johnson, dan McDonald's.
Selain mengajak masyarakat untuk menghindari produk yang terafiliasi dengan Israel, MUI juga mendorong umat Islam dan masyarakat luas untuk lebih memilih produk-produk nasional yang halal.
"Selain menghindari keterlibatan dalam kejahatan Israel, mengonsumsi produk nasional yang halal juga akan mendukung kemandirian perekonomian bangsa," ujar Prof. Sudarnoto.
Dengan seruan ini, MUI berharap umat Islam dapat menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina, baik melalui boikot produk, peningkatan bantuan kemanusiaan, maupun penguatan ekonomi umat dengan mendukung produk dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









