DPR Apresiasi Pemerintah Prioritaskan Fresh Graduate dalam Seleksi CPNS-PPPK

AKURAT.CO Komisi II DPR RI, menyambut baik kesanggupan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk memprioritaskan fresh graduate, lulusan baru dalam rangka pemenuhan kebutuhan penataan dan penempatan ASN tahun 2025.
"Ini langkah visioner menatap Indonesia Emas tahun 2024, fresh graduate cenderung mudah beradaptasi dengan teknologi baru dan berbagai perubahan, serta membawa perspektif dan ide cemerlang, segar, dan inovatif," kata Anggota Komisi II DPR, Ali Ahmad, dalam keterangannya, dikutip Jumat (7/3/2025).
Prioritas penerimaan fresh graduate itu diputuskan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi II bersama Kemenpan RB di Gedung Nusantara, DPR RI, pada Rabu (5/3/2025).
Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Jadwal dan Cara Cek Penetapan NIP CPNS dan NI PPPK 2024 di Mola BKN
Hasil rapat itu menyimpulkan, dalam rangka pemenuhan atas kebutuhan penataan dan penempatan ASN untuk mendukung berbagai program prioritas pembangunan nasional sesuai Asta Cita, Komisi II meminta Kemenpan RB melakukan penyelarasan formasi, jabatan, dan penempatan dalam seleksi CPNS dan PPPK.
"Seleksi itu berdasarkan kompetensi dan talenta terbaik bangsa dengan memperioritaskan fresh graduate untuk meningkatkan kualitas birokrasi menuju Indonesia Emas tahun 2045," terangnya.
Ali berharap, kesepakatan RDPU dapat dilaksanakan Kemenpan RB dengan penuh tanggung jawab. Memberikan prioritas bagi fresh graduate adalah peluang emas yang tidak saja memotivasi mahasiswa/pembelajar untuk menyelesaikan studi dengan tingkatan dan prestasi yang baik, tapi juga menyemangati orang tua untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.
Negara telah hadir pada persoalan kebangsaan akibat rendanya minat belajar di Indonesia. Programme for International Student Assessment (PISA) memberikan penilaian, Indonesia berada di peringkat ke-74 dari 79 negara yang ikut serta dalam penilaian.
Menurutnya, rendahnya minat belajar bangsa Indonesia juga dipengaruhi ketiadaan prioritas bagi lulusan baru, terutama dari perguruan tinggi. Ini adalah langkah cerdas, untuk memotivasi minat belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Meski tergolong rendah minat belajarnya, tapi karena populasi yang besar, menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pertambahan lulusan baru dari perguruan tinggi atau fresh graduate di Indonesia mencapai lebih dari 1.000.000 jiwa setiap tahunnya.
Baca Juga: Peluang Emas Menanti! Bocoran Formasi CPNS 2025 dan Tips Jitu Lolos Seleksi, Ada Apa Saja?
Misalnya, pada 2019 mencapai 2,42 juta, pada 2020 menjadi 2,47 juta lulusan. Masalahnya, angka pengangguran bagi fresh graduate juga cukup tinggi. Pada Agustus 2024, tercatat sebanyak 842.378 orang fresh graduate menganggur.
Ali juga menjelaskan, meski persentase pemeringkatan minat belajar bangsa Indonesia tergolong rendah, tapi berdasar riset International Institute for Management Development (IMD) World Talent Ranking (WTR) 2024 menunjukkan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia naik ke peringkat 46 dunia.
"Ini sebuah kabar yang menggembirakan, bangsa kita itu pintar, masalahnya pengangguran di kalangan fresh graduate cukup tinggi akibat langkanya kesempatan kerja, saya haqqul yaqin bila Menpan RB menjalankan amanah ini dengan benar, Indonesia akan dapat mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






