Tak Mau Ketinggalan Zaman, Gibran Minta Guru Cepat Adaptasi dengan AI

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, mengatakan pentingnya perkembangan teknologi, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan, agar tidak tertinggal dengan perkembangan zaman.
Untuk itu, diharapkan tidak hanya peserta didik para pengajar juga harus cepat beradaptasi dengan perkembangan ini.
"Jangan sampai ketinggalan. Kita jangan terlambat untuk beradaptasi, termasuk para guru, saya mohon nanti cepat beradaptasi juga, karena ini perkembangannya cepat sekali," kata Gibran, Rabu (19/3/2025).
Baca Juga: Gibran Ajak Pengusaha Muda Dukung Hilirisasi untuk Tingkatkan Ekonomi Nasional
Sebelumnya, Gibran mengunjungi SMA Islam Terpadu Al-Madinah, Cibinong, Jawa Barat, Selasa (18/03/2025). Pada kesempatan ini, Gibran beserta komunitas penggiat AI, AICO, meninjau kegiatan workshop AI yang diselenggarakan di sekolah ini.
Dia menyampaikan, pemanfaatan AI dalam proses belajar mengajar bukan merupakan jalan pintas untuk menemukan jawaban. Namun, merupakan teknologi penunjang kreativitas dan produktivitas.
Dengan demikian, Wapres meminta para siswa untuk dapat mempelajari teknik prompting (instruksi pada AI) yang baik agar dapat menghasilkan langkah-langkah tepat.
"Ya itu gunanya AI. Jadi hari ini kita belajar basic prompting (dasar instruksi pada AI), terus kita tadi belajar cara pakai Rubix (salah satu aplikasi AI. Itu tidak akan memberikan jawabannya langsung, dia ada step-by-step (langkah demi langkah) cara mendapatkan jawabannya," ujarnya
"Dan gunanya AI seperti itu, jadi nanti di luar jam pelajaran, di luar jam sekolah, kalau kalian punya PR, punya tugas, kalian bisa cari jawabannya sendiri," tambah Wapres.
Baca Juga: Sejalan Dengan Asta Cita Prabowo-Gibran, Pertamina Dukung Pengembangan Geothermal
Dia pun mengapresiasi antusiasme para siswa, yang ditunjukkan saat sesi perkenalan AI. Dia berharap, ke depan proses pembelajaran tentang AI dapat masuk ke dalam kurikulum sekolah, baik sebagai materi pelajaran tambahan maupun pilihan.
Diharapkan ke depannya, AI ini bisa menjadi mata pelajaran tambahan atau mata pelajaran pilihan yang nanti ke depan anak-anak muda itu bisa beradaptasi cepat dan tidak ketinggalan sama negara-negara maju yang lain.
"Pak Kepala Sekolah, terima kasih sudah diberikan kesempatan untuk teman-teman dari komunitas AICO untuk memberikan sedikit pengenalan tentang AI. Kebetulan minggu ini kita ada di tiga sekolah," tutup Wapres.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





