Akurat
Pemprov Sumsel

FGD Mahasiswa-TNI di Medan: Sinergi Jaga Stabilitas Bangsa, Waspadai Upaya Adu Domba

Oktaviani | 17 April 2025, 15:48 WIB
FGD Mahasiswa-TNI di Medan: Sinergi Jaga Stabilitas Bangsa, Waspadai Upaya Adu Domba

AKURAT.CO Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran Aktif Kolaborasi Mahasiswa dan TNI dalam Menjaga Stabilitas Kebijakan Pemerintah” di Universitas Dharmawangsa, Medan, Kamis (17/4/2025).

Kegiatan ini diikuti 300 mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatera Utara, difasilitasi oleh kampus dan digagas oleh BEM Seluruh Indonesia (BEMSI) wilayah Sumut.

Dalam sambutannya, Pangdam menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara TNI dan mahasiswa sebagai dua pilar utama bangsa.

Ia menilai forum ini sebagai momentum strategis dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan, seperti penyebaran hoaks, radikalisme, dan disinformasi.

“TNI bukan institusi tertutup. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan dari generasi muda demi menjaga keutuhan NKRI,” ujar Pangdam.

Baca Juga: Permudah Pelaku Usaha Pantau Keuangan Bisnis, Bank Raya Hadirkan Fitur Kasir

Diskusi berlangsung dinamis. Mahasiswa menyuarakan pandangan kritis terhadap rencana revisi UU TNI Nomor 34 Tahun 2004, khususnya pada Pasal 7, 47, dan 53.

Mereka menyoroti isu netralitas TNI di jabatan sipil, kejelasan tugas non-militer, hingga integrasi peradilan militer dan umum.

Menanggapi hal itu, Asrendam I/BB Kolonel Arh Bambang Sukisworo menyambut baik aspirasi mahasiswa.

"Pandangan kritis kalian adalah kontribusi penting dalam merumuskan kebijakan pertahanan yang relevan dan berpihak pada rakyat,” jelasnya.

Rektor Universitas Dharmawangsa, Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, turut menyambut baik terselenggaranya FGD ini sebagai bentuk nyata peran kampus dalam membangun budaya dialog dan semangat kebangsaan.

Sejumlah narasumber hadir, di antaranya Kaprodi Administrasi Publik FISIP Universitas Dharmawangsa Dr. Siswati Saragi, Koordinator Daerah BEMSI Sumut Ananda Ferdianta Sebayang, mantan Ketua BEM Uncen Yops A. Itlay, serta Leon Alvinda Putra dari HMI Jabodetabek.

FGD ditutup dengan komitmen bersama memperkuat sinergi TNI dan mahasiswa dalam menjaga stabilitas nasional, serta menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap upaya adu domba yang dapat memecah belah persatuan.

Baca Juga: Kapolda Riau Gagas Konsep Green Policing, Pelaksanaan Polri Presisi di Provinsi Riau

Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Harahap menegaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk membuka ruang diskusi sehat dan mendalam seputar Revisi UU TNI, serta mendorong masyarakat untuk lebih memahami isinya agar tidak mudah terprovokasi.

"Harapannya, mahasiswa dan masyarakat tak mudah terpecah belah oleh isu-isu yang tidak benar dan berpotensi mengganggu ketertiban di wilayah Kodam I/Bukit Barisan,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.