Akurat
Pemprov Sumsel

Menteri PPPA Dorong PWKI Tingkatkan Peran Perempuan dalam Pembangunan Nasional

Ahada Ramadhana | 26 April 2025, 16:19 WIB
Menteri PPPA Dorong PWKI Tingkatkan Peran Perempuan dalam Pembangunan Nasional

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengatakan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan nasional, terlebih dalam memperingati semangat perjuangan Kartini.

Dia menjelaskan, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XXI Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Tahun 2025 menjadi momentum untuk perjuangan perempuan.

"Rapat kerja ini menjadi momentum refleksi perjuangan perempuan Indonesia dan bagaimana kita melanjutkan semangat juang itu dalam berbagai ruang kehidupan," ujar Arifah, Sabtu (26/4/2025).

Baca Juga: Menteri PPPA Dorong Kepemimpinan Perempuan di Sektor Energi

Dia menjelaskan, Kementerian PPPA memiliki tiga program prioritas untuk memperjuangkan peran perempuan, yakni Ruang Bersama Indonesia (RBI), perluasan Call Center SAPA 129, dan Satu Data perempuan dan anak berbasis desa.

Untuk itu, Arifah mengajak PWKI untuk turut berkolaborasi dalam pelaksanaan RBI demi mendukung perlindungan perempuan dan anak berbasis komunitas.

"Kami mengajak PWKI untuk berkolaborasi mewujudkan RBI di desa/kelurahan di wilayah kerja PWKI. Kami yakin program kerja PWKI selama ini telah sejalan dengan perjuangan pemerintah terutama dalam hal pemberdayaan perempuan dan melindungi anak," jelasnya.

Dia berharap, Rakernas PWKI dapat menghasilkan rekomendasi nyata di tingkat akar rumput untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak demi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengungkapkan bahwa dari 4,3 juta Pekerja Migran Indonesia (PMI), 80 persen di antaranya adalah perempuan yang rentan terhadap kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Sehingga, ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua pihak. Mulai dari proses keberangkatan, penempatan kerja, hingga kepulangan PMI harus diawasi ketat.

Baca Juga: Menteri PPPA Pastikan Fasilitas Mudik di Stasiun Ramah Perempuan dan Anak

"Khususnya juga terkait nasib anak-anak mereka yang ditinggalkan. Memastikan mulai dari pola asuh, ekonomi keluarga, hingga hubungan jarak jauh. Jika berangkat secara resmi, negara bisa melindungi mereka dengan baik," jelas Abdul Kadir.

Ketua Umum PWKI, Pdt. Deety B. T. Liow Mambo, mengatakan bahwa kegiatan Rakernas kali ini mendapat sambutan baik dari berbagai kalangan mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Para peserta yang hadir juga berasal dari Sumatera hingga Papua.

Deety menjelaskan, komitmen PWKI tegas, untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara di berbagai bidang, serta bertekad hadir meneruskan perjuangan kaum perempuan dalam mewujudkan kesetaraan kehidupan keluarga dan masyarakat.

Hal ini ditunjukkan melalui penandatanganan kerja sama berupa nota kesepahaman (MoU) terkait pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga perlindungan bagi pekerja migran.

"Ini agar kita bersama-sama dikasihi dalam kasih Tuhan. Dengan kata lain, kegiatan ini mempunyai makna bahwa kasih Kristus senantiasa menyertai kita semua yang terlibat bersama-sama dalam kerja suci, kerja nyata demi mewujudkan damai dan kasih bagi seluruh masyarakat Indonesia," ucapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.