Akurat
Pemprov Sumsel

Gibran Bermonolog: Ada 28 Komoditas Unggulan untuk Hilirisasi, Potensinya Capai Rp13 Triliun

Ahada Ramadhana | 26 April 2025, 22:56 WIB
Gibran Bermonolog: Ada 28 Komoditas Unggulan untuk Hilirisasi, Potensinya Capai Rp13 Triliun

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan pemerintah sudah mempetakan sebanyak 28 komoditas unggulan untuk hilirisasi, yang potensinya mencapai lebih dari Rp13 triliun hingga 2040.

"Investasi juga terus digencarkan di tahun 2024. Realisasi investasi untuk hilirisasi mencapai Rp407 triliun hampir seperempat dari investasi nasional," kata Gibran dalam video monolog Hilirisasi Jilid I di akun Instagram @gibran_rakabuming, Sabtu (26/4/2025).

Dia menjelaskan, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, selain itu cadangan timah Indonesia terbesar ke-2 di dunia. Serta, penghasil rumput laut terbesar ke-2 dunia.

Baca Juga: Isu Pemakzulan Tak Berdasar, Pemilihan Gibran Jadi Wapres Sah Secara Hukum

Namun disayangkan, Indonesia hanya menempati urutan ke- 31 sebagai pengekspor panel surya. Sedangkan jika bauksit diolah menjadi panel surya nilainya akan bertambah 194 kali lipat.

"Coba bayangkan Indonesia sempat menjadi eksportir bijih bauksit terbesar ke-3 dunia. Tapi sekedar kaya saja tidak cukup, ternyata yang menjadi tantangan justru bagaimana mengolah kekayaan alam ini, agar punya nilai tambah nilai tambah bagi masyarakat," ucapnya.

Menurutnya, hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan persoalan batu bara atau minerba. Namun hilirisasi bisa dilakukan di sektor pertanian, kelautan, perkebunan, bahkan digitalisasi.

Dalam hal ini, hilirisasi adalah pengolahan yang menghasilkan nilai tambah. Negara lain pun juga melakukan itu, bahkan negara yang tidak memiliki sumber daya alam (SDA) mengimpor bahan mentah yang diolah kemudian diekspor kembali termasuk ke negara asal itu sendiri.

"Contoh sederhananya harga teh saat masih berbentuk basah akan jauh berbeda dengan teh yang sudah di packing  dan sudah diolah dengan aroma tertentu. sehingga selain dapatkan keuntungan dari harga jual dengan melakukan pengolahan kita juga bisa menambah lapangan kerja, memberdayakan umkm, dan menggeliatkan ekonomi dan mendapatkan pemasukan pendapatan dari pajak, royalti, PNBP, dividen dan bea ekspor," jelasnya.

"Lalu nilai tambahnya kemana? Uangnya yang dapat siapa ? Lapangan kerjanya siapa yang menikmati? Ya negara yang mengolah itu," tanya gibran dalam video tersebut.

Baca Juga: Saat Kekesalan Publik Mencari Pelampiasan: Gibran, Jokowi, dan Isu Lama yang Kembali Muncul

Sesuai amanat dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 hal tersebut sedang dilakukan Indonesia tempuh. Hal tersebut juga sesuai arahan Presiden Prabowo secara tega menyampaikan hilirisasi itu kunci kemakmuran, yang harus dilakukan di semua komoditas unggulan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Untuk mewujudkan hilirisasi, dibutuhkan investasi dan teknologi diimbangi oleh skil anggota kerja. Karena itu, pendidikan dan vokasi terus dikembangkan terlebih Indonesia akan mendapatkan bonus demografi tahun 2045.

"Kita butuh anak bangsa yang ahli dan terampil di bidang sains, teknologi, Engineering, matematika, dan AI untuk mengisi posisi strategis dalam industri ini," ujarnya.

Dia juga menekankan, Hilirisasi yang dilakukan ialah hilirisasi berkeadilan yang melibatkan petani, peternak, nelayan, UMKM, masyarakat, dan tentunya anak muda.

Jika hilirisasi berhasil dilakukan, maka petani akan mendapatkan harga yang lebih baik karena tidak takut harga anjlok saat panen industri pengolahan siap menampung. Selain itu, UMKM bisa lebih maju karena bekerja sama dengan industri pengolahan yang lebih besar.

"Ekonomi sekitar bisa lebih menggeliat karena lapangan kerja terbuka lapangan kerja terserap sehingga daya beli meningkat. Sehingga daerah jadi punya sumber pendapatan baru yang nantinya bisa digunakan membangun jalan dna memperbaiki fasilitas kesehatan dan lainnya," tegas dia

"Memang tantangan itu pasti ada, yang namanya perubahan butuh kalibrasi. Tapi dengan optimisme, kerja keras lompatan kecil dari masing-masing kita akan menjadi langkah besar bersama yang membawa kemajuan bagi bangsa," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.