Akurat
Pemprov Sumsel

Puan Maharani Desak Evaluasi Menyeluruh Usai Ledakan Amunisi TNI di Garut

Paskalis Rubedanto | 16 Mei 2025, 11:48 WIB
Puan Maharani Desak Evaluasi Menyeluruh Usai Ledakan Amunisi TNI di Garut

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ledakan amunisi milik TNI di Garut, Jawa Barat, yang menewaskan sejumlah prajurit dan warga sipil.

Ia menegaskan, peristiwa tragis ini tidak boleh terulang di masa mendatang.

"Yang pertama, jangan sampai terjadi lagi hal seperti itu. Harus dievaluasi kenapa itu bisa terjadi," ujar Puan usai menutup Sidang ke-19 PUIC di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (15/5/2025).

Puan menekankan pentingnya evaluasi total terhadap sistem penyimpanan dan pengamanan amunisi, terutama untuk mencegah keterlibatan korban dari masyarakat sipil.

"Jangan sampai lagi-lagi melibatkan warga sipil. Ini menyangkut keselamatan rakyat," tegasnya.

Sebagai bentuk pengawasan parlemen, Puan memastikan DPR, melalui Komisi I, akan memanggil pejabat terkait di tubuh TNI guna dimintai pertanggungjawaban atas insiden ini.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Fauzan Rachmansyah: Sekjen Berkarya yang Menapaki Karir Politik dari Bawah

“Tentu Komisi I akan memanggil Panglima TNI, Danrem, dan jajaran yang terlibat untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, juga menyatakan pihaknya akan memanggil Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAD, Pangdam, Danrem, hingga komandan lapangan.

"Ini sudah terlalu sering terjadi. Kita perlu perbaikan menyeluruh. Jangan sampai keteledoran ini terus berulang," ujar Utut, Rabu (14/5/2025).

Menurutnya, musibah ini tak bisa dianggap sepele karena telah menelan korban dari berbagai kalangan, termasuk Kolonel, Mayor, hingga warga sipil.

“Kalau dibiarkan, potensi bahayanya bisa meluas ke mana-mana. Ini tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.