Puan Dorong Layanan Haji Inklusif: Lansia Harus Bisa Beribadah dengan Tenang, Aman, dan Bermartabat

AKURAT.CO Ketua DPR RI Puan Maharani menaruh perhatian khusus terhadap jemaah haji lanjut usia (lansia) yang jumlahnya mencapai hampir 22 persen dari total jemaah asal Indonesia pada musim haji 2025.
Ia menegaskan, pelayanan yang inklusif dan ramah bagi lansia serta penyandang disabilitas harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
"Para jemaah haji lansia ini sudah menanti puluhan tahun untuk dapat menunaikan rukun Islam kelima. Maka negara wajib memastikan mereka dapat menunaikan ibadah dengan tenang, aman, dan bermartabat," tegas Puan dalam keterangannya, Selasa (20/5/2025).
Menurut data Kementerian Agama (Kemenag), dari lebih dari 101 ribu jemaah yang telah tiba di Tanah Suci, sekitar 21.930 orang merupakan lansia.
Banyak di antaranya memerlukan alat bantu seperti kursi roda atau tongkat jalan. Untuk itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan 32 unit bus shalawat inklusif dengan akses ramah disabilitas, lengkap dengan tangga landai, ruang kursi roda, dan sistem keselamatan tambahan.
Namun, Puan menekankan bahwa infrastruktur saja tidak cukup. Ia mendorong pelatihan khusus bagi petugas haji agar memahami perawatan dan pendampingan lansia selama ibadah berlangsung.
Baca Juga: DPR Akan Panggil Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Bahas Polemik Penulisan Ulang Sejarah Nasional
“Kemenag bisa berkolaborasi dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan agar pendampingan lansia tidak hanya memenuhi aspek logistik, tapi juga mencakup aspek kesehatan dan psikologis,” ujarnya.
Puan juga mengajak pemerintah untuk menjalin komunikasi lebih erat dengan otoritas Arab Saudi, khususnya dalam penyediaan fasilitas publik yang ramah lansia di Mekkah dan Madinah.
"Kita ingin memastikan hak-hak lansia terpenuhi, dan infrastruktur di tempat suci betul-betul bersahabat bagi kelompok rentan," katanya.
Menurutnya, indikator keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya dinilai dari kelancaran logistik atau pencapaian kuota, tetapi dari sejauh mana negara melindungi dan memberikan rasa nyaman kepada setiap jemaah, terutama mereka yang rentan secara fisik.
"Haji yang sukses bukan sekadar soal angka, tapi soal kemanusiaan. Haji yang memungkinkan semua jemaah, termasuk lansia, beribadah dengan penuh khusyuk dan bermartabat," tutup Puan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










