Permintaan Maaf Atas Kekurangan Pelayanan Haji Bukan Bentuk Penyelesaian

AKURAT.CO Tim Pengawas Haji DPR menyayangkan permintaan maaf yang disampaikan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, atas kekurangan dalam pelayanan jemaah haji tahun 2025.
Menurut Ketua Timwas Haji DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, permintaan maaf semestinya bukan menjadi bentuk penyelesaian, mengingat DPR telah sejak awal memberi peringatan terhadap potensi masalah teknis dalam pelaksanaan ibadah haji.
"Sebetulnya kalau seorang pejabat negara itu sah-sah saja meminta maaf terhadap suatu hal yang terkait kegagalan. Tapi, menurut saya, itu bukan hal yang bagus," ujarnya di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (10/6/2025) waktu setempat.
Wakil Ketua DPR itu memastikan bahwa DPR sebagai bagian dari fungsi pengawasan sudah sejak awal mengingatkan pemerintah, khususnya Kementerian Agama, mengenai potensi persoalan dalam pelayanan haji.
Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Mulai Pulang ke Tanah Air Hari Ini, Total Sebanyak Tujuh Kloter
Terutama terkait perubahan sistem pelayanan oleh pemerintah Arab Saudi.
"Saya sudah ingatkan waktu itu pada Pak Menteri Agama, hati-hati. Ini akan terjadi kejadian-kejadian yang harus diantisipasi. Tapi apa yang terjadi? Dari transportasi Mekkah ke Arafah bermasalah, kemudian tenda di Arafah pun juga bermasalah," jelas Cucun.
Baca Juga: Kuota Haji 2026 Terancam Dipangkas 50 Persen, BP Haji Lakukan Negosiasi ke Saudi
Menurutnya, permintaan maaf secara etika bisa dihargai tetapi pemerintah semestinya menunjukkan kesiapan sejak awal, bukan merespons setelah persoalan muncul.
Cucun menilai pelayanan haji adalah siklus yang bisa dipelajari dari tahun ke tahun dan semestinya tidak ada alasan untuk tidak siap.
Baca Juga: Layanan Haji Indonesia Tuai Pujian dari Arab Saudi
Sebelumnya, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan permintaan maaf kepada jemaah haji Indonesia atas sejumlah kekurangan dalam layanan selama pelaksanaan haji 1446 Hijriah.
Dalam keterangan resminya, Menag mengakui masih ada masalah dalam aspek akomodasi, transportasi dan katering, serta menjanjikan perbaikan ke depan.
Baca Juga: Dugaan Pungli di Safari Wukuf dan Badal Haji, Dahnil Anzar: Kok Tega-teganya Perdaya Orang Tua Kita
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









